Jumat, 28 Agustus 2026

Ketua DPRD Konawe: Mari Jaga Persatuan dan Kesatuan di Tengah Keberagaman

Photo Author
Muhammad Ihsan, Rakyat Sultra
- Rabu, 28 April 2021 | 12:04 WIB
Ketua DPRD Konawe Dr. H. Ardin, S.Sos., M.Si.
Ketua DPRD Konawe Dr. H. Ardin, S.Sos., M.Si.

 
-
Ketua DPRD Konawe Dr. H. Ardin, S.Sos., M.Si. Rakyatsultra.com KONAWE--Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kini menjadi salah satu kawasan industri di Indonesia. Bagaimana tidak ada dua perusahaan besar berinvestasi di sana. Yakni PT VDNI dan OSS. Namun, ada saja riak-riak di daerah yang juga dikenal sebagai daerah lumbung pangan di Sultra antara masyarakat, PT VDNI dan OSS yang beroperasi di Kecamatan Morosi itu.   Hal ini membuat kekhawatiran warga sekitar lokasi tambang dan berbahaya jika terus terjadi riak-riak berkepanjangan. Ada dugaan kecemburuan warga lokal terutama sekitar lokasi tambang akan keberadaan tenaga kerja asing. Apalagi warga lokal masih banyak yang belum memiliki pekerjaan. Semua pihak wajib memikirkan ini.   Selain itu, Kabupaten Konawe juga sebagai wilayah yang dihuni masyarakat majemuk. Karena itu, daerah otoritas Kery Saiful Konggoasa itu berpotensi terjadi konflik berbau SARA.   Untuk itulah, masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi. Terutama isu-isu sesat dari pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk mengganggu stabilitas keamanan.   Imbauan ini disampaikan Ketua DPRD Konawe Dr. H. Ardin, S.Sos., M.Si. saat ditemui Harian Rakyat Sultra di kediamannya, Minggu (26/4/2021). Politikus PAN itu mengajak masyarakat konawe untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban khususnya di Kabupaten Konawe. “ Mari kita menjaga ketertiban dan keamanan di Konawe, jangan lagi ada konflik suku, konflik agama, isu SARA dan lain sebagainya sehingga daerah ini kondusif. Dengan kondusifnya daerah ini saya yakin pembangunan bisa jalan dan bangkit dari pandemik Covid 19,” ujarnya   Menurut Ardin, Aset paling utama pertumbuhan ekonomi ditentukan stabilitas kemananan didaerah tersebut. “Sebagai anak bangsa, kita semua bersaudara, kita harus tetap menjaga keamanan dan ketertiban dimana saja kita berada, baik itu di Konawe maupun di daerah lain dalam bingkai NKRI,” ucapnya.   Sekedar diketahui, Senin 14 Desember 2020 , terjadi demonstrasi yang diikuti ribuan buruh di PT VDNI yang berakhir bentrok. Massa dengan aparat keamanan saling serang menggunakan batu dan balok. Massa yang berhasil masuk ke dalam area perusahaan meluapkan amarah dengan melakukan pembakaran gedung pabrik smelter, puluhan dump truck dan alat berat yang terparkir di area perusahaan tersebut.   Pada 13 Maret 2021 Ratusan orang menyerbu masuk dalam areal Polres Konawe Mereka terlihat berpakaian hitam-hitam, menerobos pintu gerbang dan membawa parang dan bendera. Massa yang berjumlah ratusan orang, sempat menduduki areal Polres. Pemicu awal massa masuk di Polres Konawe, terkait Informasi polisi telah menangkap sembilan orang usai mereka diduga datang dan membakar rumah. Kejadian ini, menyebabkan seorang warga bernama Sattu (64) meninggal dunia. Pada Senin 5 April 2021, Massa yang tergabung dalam Ormas Tamalaki Banderano Tolaki Sultra menggelar aksi demonstrasi di PT VDNI dan PT OSS. Ratusan massa menuntut Janji Mr. Tony 14 Desember 2020 lalu, bahwa ia akan merekrut Anggota Ormas Tolaki yang ikut membantu mengamankan perusahaan dengan diposisikan sebagai keamanan.   Tak hanya itu, massa juga menuntut agar segera memecat Site HRD Manager Ahmad Zaekusen dan juga Asisten HRD Haris dan Staff Rekruitmen Dhea karena diduga telah menipu atau membuat permohonan palsu kepada Pemkab Konawe terkait permohonan staf keamanan. (p2/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muhammad Ihsan

Tags

Terkini

Terpopuler

X