KENDARI, RSONLINE - Moda tranportasi wilayah sudah semestinya menjadi perhatian semua pihak. Dimana, hampir semua kota besar di Indonesia alami persoalan transportasi. Alasannya, selain tidak terkontrolnya penggunaan kendaran pribadi, sehingga timbulnya persolan transportasi di daerah.
Tak terkecuali juga di Sultra, khususnya di Kota Kendari. Jika pemerintah tidak mendesain dari sekarang, maka tuntutan kota akan sulit dijawab, khususnya sistem tranportasi.
Pemrpov Sultra mendesain, ada pemandu moda transpotasi secara terpadu. Meskipun baru dimulai, Pemprov Sultra akan konsisten dan secara kontinyu dalam menciptakan sistem transportasi berbasis masa dengan mengutamakan kenyamanan, keamanan dan keselamatan.
Kali pertama Pemprov Sultra meluncurkan pelayanan transportasi yang melayani masyarakat dari simpul ke simpul selanjutnya. Jumat, (30/9), Pemprov Sultra melauncing perdana pengoperasian bus pemadu moda transportasi. Louncing tersebut dimaksudkan untuk melayani kebutuhan masyarakat Sultra dalam mempermudah akses transportasi darat yang menghubungkan simpul satu dengan simpul tranpotasi lainnya.
Kepala DInas Perhubungan dan Informatika Sultra Dr Hado Hasina mengungapkan, launcing pengoperasian bus pemadu moda itu dalam upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi di wilayah Sultra.
Olehnya, faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan adalah tiga dari sasaran kinerja bidang perhubungan baik moda darat laut dan udara.
"Saat ini kita mulai implementasikan keterpaduan moda transportasi tiga matra tersebut. Tugas kita adalah, bagaimana mengelola mana simpul dan ruas traspotasi itu," katanya.
Dimana, simpulnya yakni Bandara Halu Oleo, Pelabuhan Nusantara, pelabuhan Penyeberangan dan Terminal Bus, baik terminal Tipe A, B maupun tipe C yang ada di Kendari. Upaya untuk mengitegrasikan simpul-simpul trasnportasi harus dilakukan.
Namun, menurutnya misi tersebut akan berhasil jika pemikiran masyarakat terlah berubah. Dimana, yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi beralih menggunakan kendaraan umum massal yang juga lebih nyaman.
"Integrasi itu akan berhasil mana kala, kita bisa mengubah minset user beralih dari penggunaan kendaraan pribadi menjadi ke kendara umum massal. Dan Bus Rapid Transit (BRT) adalah program angkuta umum massal berbasis jalan terutama di perkotaan," kata alumnus Doktor UNJ itu
Selain itu, dibutuhkannya sinergi antara pemerintah, operator (BUMN/swasta ) dan pengguna transportasi menjadi penting.
Saat ini, kata dia tiga Bus pemadu moda itu sementara dijalankan DAMRI, sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa transportasi turut serta berperan dalam menunjang fasilitas transportasi intra Bandara.
Dalam pengoperasiannya, masih kata dia DAMRI menggunakan beberapa tipe armada yakni mobil minibus, bus berukuran medium, serta bus berkapasitas besar.
"Untuk jalur tunggu, sementara kita akan memutari rute, mulai dari pelabuhan penyeberangan, (pelabuhan Nusantara), depan MTQ, di RS Bahteramas, dan Bandara. Begitu selanjutnya, kembali hingga ke Powatu. Sehingga masyarakat bisa menunggu di lokasi-lokasi tersebut," jelas Hado.