Jumat, 28 Agustus 2026

Sultra Bawa Pulang 14 Medali

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Jumat, 30 September 2016 | 22:20 WIB
Lukman Abunawas dalam upacara melepas kontingen PON Sultra menuju Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Lukman Abunawas dalam upacara melepas kontingen PON Sultra menuju Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

-
Lukman Abunawas dalam upacara melepas kontingen PON Sultra menuju Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

RSONLINE - Kontingen PON XIX Sulawesi Tenggara (Sultra), mengalami peningkatan perolehan medali dibanding PON XVIII Riau. Pada PON kali ini, Sultra membawa pulang 14 medali. Sementara pada PON lalu, hanya ada empat medali yang berhasil direbut.

Medali kali ini, tidak hanya diraih cabor dayung dan silat seperti pada PON lalu. Sejumlah cabor lainnya, turut membantu menyumbang medali. Diantaranya, softball, taekwondo dan kempo. Meskipun, dayung yang berhasil meraih lima medali emas, dua perak dan tiga perunggu, tetap menjadi olahraga primadona di Sultra.

Namun, dengan adanya medali emas pada cabor softball, Sultra kini tidak hanya diunggulkan pada cabor dayung saja. Sebab, softball Sultra mampu meruntuhkan kejayaan tim softball Jawa Timur yang sudah merajai dunia softball Indonesia sejak era 90-an.

Selain softball, taekwondo dan kempo kembali berkontribusi buat dunia olahraga di Sultra. Sebab, sudah dua PON terakhir keduanya tidak mendapat medali satupun.

Ketua KONI Sultra, Lukman Abunawas sebelumnya menyatakan perolehan medali ini adalah target dari KONI sebelumnya. Meskipun, banyak cabor lainnya yang belum memenuhi target.

"Kita apresiasi, Alhamdulillah target tercapai. Kedepan, semoga olahraga di Sultra bisa lebih baik lagi," kata Lukman Abunawas.

Sementara itu, kontingen Sultra sudah kembali di Sultra dalam dua gelombang, yakni, Kamis dan Jumat (28-29/9). Terbaginya dua kali gelombang kepulangan di Sultra ini, untuk mengantisipasi lonjakan dan kepadatan rute menuju Bandara.

Seremoni penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat (Jabar), telah selesai di laksanakan, Kamis (29/9) sore kemarin. Beberapa kontingen Sultra juga telah bertolak kembali ke Kendari, sebagian baru sampai hari ini. Pasalnya, kepulangan cabang olahraga (cabor) di dahulukan, sedangkan pengurus KONI harus mengikuti seremoni penutupan PON.

Wakil Ketua I KONI Sultra, H. Tasman Taewa menjelaskan, sebagian besar atlet dan pelatih sudah pulang lebih dulu sebelun penutupan. Bahkan, ada yang pulang setelah cabornya gugur di medan laga. "Iya, beberapa cabor sudah lama pulang, sebagiannya baru tadi malam (Rabu) pulang menggunakan bus ke Bandara Soekarno Hatta dan terbang menggunakan pesawat Lion Air pukul 06.00 WIB, Kamis (29/9) pagi," terangnya.

Begitu juga dengan cabor andalan Sultra, dayung juga pulang sendiri pukul 18.00 WIB sore kemarin, dengan pesawat Lion Air. Sehari sebelumnya, mereka diajak berkeliling belanja di Kota Bandung, kemudian bermalam di Jakarta, lalu siangnya mereka menuju bandara. "Meski begitu, mereka tetap didampingi oleh pengurus KONI," ujarnya.

Selanjutnya, giliran rombongan pengurus KONI Sultra yang berangkat setelah mengikuti seremoni penutupan, Kamis malam. Mereka menggunakan kendaraan operasional dari Panita Besar (PB) PON, bertolak dari Bandung menuju Bandara Soekarno Hatta pada pukul 22.00 WIB, kemudian naik pesawat Lion Air pukul 06.00 WIB menuju Kendari.

"Kita berangkat malam untuk menghindari kemacetan dan tidak terlambat naik pesawat. Takutnya, banyak juga kontingen yang pulang bersamaan," jelasnya.

Akhirnya, kontingen Sultra kembali ke Kendari dengan membusungkan dada. Pasalnya, para atlet bumi anoa mampu merebut 6 emas, 4 perak dan 4 perunggu dari 17 cabor yang diikuti pada even bergengsi empat tahun sekali itu. (r5/a/hum)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB
X