RAKYATSULTRA.COM, KENDARI - Warga Kelurahan Anggoeya digegerkan dengan temuan bayi tak bernyawa, Senin (26/9), di Jalan Madusila Kendari. Bayi yang diduga kuat hasil aborsi tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang bersaudara yakni Muhammad Syarif (30) dan Muhammad Yasin (28), yang hendak memancing ikan di sungai sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari keterangan saksi, Syarif, temuan bayi bermula saat keduannya melempar kail. Tak lama kemudian Yasin melihat mayat bayi laki-laki dalam air dengan posisi ditindis beberapa batu.
"Kami tidak berani melakukan apa-apa. Kami hanya memberitahukan pada warga sekitar," ungkapnya.
Keduanya, kemudian bertemu dengan warga lainnya, Ansar, yang saat itu melintas di sekitar lokasi kejadian. Ansar kemudian melaporkan temuan bayi tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Poasia.
Menanggapi temuan bayi tak bernyawa tersebut, Kapolsek Poasia, Kompol Haeruddin SSos, āmengatakan akan melakukan pendalaman berdasarkan beberapa alat bukti yang ada. Polsek Poasia juga mengerahkan tim K-9 yang mengejar jejak pelaku pembuang bayi.
"Sedang dalam pendalaman. Untuk sementara bayinya kami sudah ambil. Kemudian kami akan bawa di Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengambil keterangan dokter," ungkapnya.
Untuk sementara, kepolisian menduga bayi malang ini merupakan hasil hubungan gelap. Bayi malang ini tidak diinginkan oleh orang tuanya sehingga dipaksa keluar dari dalam kandungan. Saat ditemukan kondisi bayi malang tersebut belum membusuk dan masih berbetuk selayaknya manusia meski tercelup dalam air.
Nani, warga yang melintas di sekitara TKP juga memberikan komentar, perlakuan pembuang bayi sangat sadis. Setelah melakukan pembunuhan pelaku tidak menguburkan secara baik-baik malah menenggelamkan di sungai lalu menindisnya dengan batu. (p13/b/put)