Jumat, 28 Agustus 2026

Dapat Dukungan Presiden,PT IPIP Komitmen Bangun Iklim Usaha Berkelanjutan, Berkontribusi pada Pembangunan Sosial dan Ekonomi Lokal

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 3 Juni 2025 | 21:57 WIB
Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Li Qiang
Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Li Qiang

Kolaka, Rakyatsultra.id - Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, menegaskan, hubungan Indonesia dan Tiongkok merupakan salah satu hubungan bilateral paling strategis dan menjanjikan di abad ke-21. Indonesia bersedia memperkuat kerja sama dengan Tiongkok dan mendukung penuh investasi pengusaha Tiongkok di Indonseia.

Saat ini perusahaan asal Negeri Tirai Bambu, yang menanamkan investasi besar di Indonesia dan telah mendapat dukungan penuh alias lampu hijau dari Pemerintahan Indonesia dan Tiongkok, yakni Huayou Cobalt atau Huayou Nickel Industry, yang salah satu proyek dengan investasi besarnya ada di kawasan PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang digadang-gadang bakal menjadi kawasan industri terbaik di dunia.

Dengan adaya komitmen dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia tersebut, PT IPIP terus berkomitmen membangun iklim usaha yang berkelanjutan, serta menjaga hubungan yang harmonis antara masyarakat seputar konsensi, untuk menciptakan industri yang memiliki masa depan yang baik dan menjadi harapan Bangsa Indonesia.

Diketahui, saat menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Tiongkok, Li Qiang, di Indonesia, belum lama ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, Indonesia bersedia memperkuat kerja sama dengan Tiongkok di bidang ekonomi, industri, ekonomi hijau, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mempererat pertukaran budaya yang saling menguntungkan.

“Hubungan yang dibangun ini termasuk dari sektor pertanian, keuangan, infrastruktur, ekonomi hijau, Artificial Intelligence (AI) dan pendidikan. Pemerintah mendorong untuk lebih banyak investasi dari perusahaan-perusahaan Tiongkok di Indonesia, serta bersedia bekerja sama dengan Tiongkok untuk menegakkan semangat Bandung, menjaga perdamaian, stabilitas, kemakmuran kawasan Asia, serta melindungi kepentingan bersama Negara-Negara berkembang dan keadilan internasional,” ujar Presiden.

Dalam kunjungan kenegaraan yang bertujuan mempererat dan meningkatkan hubungan bilateral, serta memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis kedua negara tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan harapannya, agar dunia usaha Tiongkok dan Indonesia dapat memperkuat koneksi, bertindak aktif, memperbesar kerja sama, memperkuat integrasi industri, mempertahankan perdagangan bebas, serta mendorong lebih banyak hasil kerja sama di berbagai bidang untuk kesejateraan masyarakat Indonesia.

Sementara itu, PM Li Qiang, mengungkapkan, pada tahun 2025 ini menandai 75 tahun hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Indonesia. Ini juga menandai 70 tahun Konferensi Bandung yang merupakan tonggak sejarah hubungan Tiongkok dan Indonesia dalam hubungan diplomatik.

“Kedua Negara selalu menjunjung semangat Bandung dan menjalankan kerja sama pragmatis secara menyeluruh. Dalam beberapa tahun terakhir di bawah arahan strategis kedua Kepala Negara, kerja sama Tiongkok-Indonesia terus berkembang ke tingkat yang lebih tinggi,” tegas Li Qiang.

Perdagangan bilateral, kata Li Qiang, meningkat baik dari segi volume maupun kualitas, investasi dua arah tumbuh pesat, proyek-proyek besar menunjukkan hasil nyata. Kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua negara semakin erat, memberikan manfaat nyata bagi perusahaan dan Masyarakat.

Pada momen tersebut, PM Li Qiang bersama Presiden Prabowo, menghadiri jamuan makan malam bersama para pengusaha Tiongkok-Indonesia. Hadir dalam jamuan tersebut Ketua Hyua Holding Group, Chen Xuehua, yang bergabung dengan banyak perwakilan pengusaha ternama.

Pertemuan tersebut menjadi panggung pertukaran ekonomi dan diplomasi tingkat tinggi. Kehadiran Hyua dalam pertemuan tersebut menunjukkan posisinya yang unggul di dunia industri serta pengakuan dari pemerintah atas statusnya.

Wakil Presiden Senior Huayou Cobalt sekaligus Presiden Huayou Nickel Industry Group Indonesia, Gao Baojun, mengatakan, di bawah arahan platform aksi ‘Belt and Road’ dari UNGC, Huayou selalu menjunjung filosofi investasi di mana pun berinvestasi, harus memberikan kontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi lokal, dengan melibatkan mitra dan pemangku kepentingan yang menggabungkan sumber daya dan teknologi secara efisien.

“Bersama menciptakan proyek pembangunan komunitas yang inklusif, berkelanjutan, dan menjadi contoh, guna mewujudkan pembangunan bersama antara kawasan industri dan komunitas. Kemakmuran bersama dan masa depan yang saling menguntungkan,” tutur Gao Baojun.

Gao Baojun berharap, hal ini akan menjadi titik awal untuk menciptakan model pembangunan komunitas yang dipimpin Pemerintah, kolaboratif dengan mitra, dan partisipatif komunitas. Bangun bersama, capai kemenangan bersama, berkontribusi pada pembangunan berkualitas tinggi Belt and Road, serta menyumbangkan kekuatan dalam membangun komunitas global dengan masa depan bersama melalui aksi nyata demi pencapaian SDGs.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Api yang Belum Dijawab RUU Kehutanan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB
X