Pusat ini tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium akademik, tetapi sebagai knowledge and innovation hub untuk mengubah hilirisasi menjadi gerakan inklusif dalam menumbuhkan teknologi tepat guna hilirisasi, menyusun skema pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri, menyediakan beasiswa prestasi dan riset kolaboratif, menyusun peta jalan hilirisasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mengakhiri ekspor bahan mentah dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri, sembari menjaga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.