Jumat, 28 Agustus 2026

Pj Gubernur: Sultra dalam Keadaan Kondusif

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Jumat, 2 Februari 2024 | 08:38 WIB
Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto saat meminpin rapat koordinasi antisipasi potensi bencana jelang Pemilu.
Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto saat meminpin rapat koordinasi antisipasi potensi bencana jelang Pemilu.

KENDARI, rakyatsultra.id – Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto memimpin rapat koordinasi antisipasi potensi bencana jelang Pemilu bersama forkopimda dan kepala daerah se Sultra, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Kamis (1/2).

Forkopimda yang hadir diantaranya Danrem 143/Halu Oleo, Brigjen TNI Ayub Akbar dan Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup. Rapat ini juga berlangsung secara Hybrid.

Andap menjelaskan hingga saat ini kondisi wilayah Sulawesi Tenggara berjalan kondusif. Untuk penyaluran logistik Pemilu yang tersisa 13 hari lagi sudah mendekati lokasi pemilihan, namun Pemda Sulawesi Tenggara menginginkan agar distribusi berjalan lancar dan tidak terhambat cuaca.

“Informasi tentang potensi bencana penting untuk rekan-rekan forkopimda, bupati, wali kota, kapolres, dandim dan seluruh penyelenggara Pemilu termasuk beberapa perangkat kebawahnya seperti KPPS dan Bawaslu. Ini kita harus siap, pembelajaran di Kabupaten Kolaka yang terdampak cukup luas,” terangnya.

Dengan adanya informasi dari BMKG, lanjut Andap, pemerintah daerah bisa menyusun rencana kontigensi sebagai langkah antisipasi potensi bencana Geo hidrometeorologi dan bencana lainnya agar pelaksanaan pemilu bisa berjalan aman dan lancar.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat Prof. Ir. Dwikorita Karnawati mengingatkan pada Pemda Sulawesi Tenggara tentang potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di puncak musim penghujan bulan Februari hingga Maret.

Kepala BMKG Pusat yang ikut rapat via zoom menjelaskan, berdasarkan perkiraan BMKG, bulan Februari dan Maret merupakan puncak musim penghujan hampir diseluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Dimana curah hujan di atas normal.

 “Kami sangat mengkhawatirkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi, sebelumnya sudah terjadi di Kabupaten Kolaka, kami turut prihatin atas musibah tersebut, namun itu baru diawal puncak musim hujan, puncak sesungguhnya di Februari Maret ini,” ujar Dwikorita.

Dirinya meminta Pemda Sulawesi Tenggara bersama para kepala daerah yang ada di Sulawesi Tenggara untuk melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan apalagi menjelang pelaksanaan pemilu yang tinggal dua pekan lagi.

Sementara itu Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup mengaku dalam waktu dekat, dia akan memimpin apel siaga untuk mengantisipasi bencana, apalagi bulan Februari ini sudah memasuki puncak musim hujan.

“Tentu kita harus ambil langkah-langkah antisipatif agar pemilu bisa berjalan dengan baik dan tentunya kita siap bila terjadi hujan, salah satunya juga kerja bakti yang dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir di kota Kendari,” beber Kepala BPBD Sulawesi Tenggara ini.

Karya bakti yang dilakukan di Kota Kendari, lanjut Pj Wali Kota Kendari sudah terasa dampaknya, sehingga sejumlah titik rawan banjir tidak lagi terjadi banjir ketika hujan deras. RS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Terpopuler

X