KENDARI, rakyatsultra.id - Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XIII Lingkup Pemerintah Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan Pameran Aksi Perubahan Kinerja Organisasi yang dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sultra, Syahrudin Nurdin di Aula BPSDM, Kamis (14/12).
Kepala BPSDM Sultra, Syahrudin Nurdin mengatakan, PKA ini merupakan angkatan terakhir untuk tahun 2023. Pada hari ini mereka melakukan pameran inovasi yang dilaksanakan oleh seluruh peserta PKA berjumlah 40 orang. Itu dilakukan untuk melanjutkan capaian-capaian yang didapatkan setelah melakukan situasi di lapangan selama 2 bulan.
Sambungnya, melalui pameran ini mereka menunjukan apa-apa saja capaiannya yang didapat di lapangan untuk ditampilkan di pameran ini. Karena besok hari mereka akan membuktikan lebih lanjut pendalaman pada saat ujian akhir.
"Mudah-mudahan saja dalam pelaksanaan ini mereka bisa menjelaskan capaian-capaiannya dan bisa menunjukkannya agar besok dalam rangka pendalaman mereka sudah bisa lebih menguasainya," tuturnya.
Ia menerangkan, dalam pemeran tersebut, banyak inovasi-inovasi yang mereka buat mulai dari pembuatan pupuk non organik dengan menggunakan bahan dari tanaman-tanaman liar yang diolah menjadi bahan pengganti pupuk kimia. Pupuk yang mereka buat itu disamping sangat murah tentu sangat efisien.
"Kita mengharapkan dalam rangka pelaksanaan swasembada di lapangan bawah kita ini sangat membantu dengan kelangkaan pupuk-pupuk organik di lapangan. Kita bersyukur ada penemuan-penemuan dan inovasi baru yang dibuat oleh peserta PKA dan itu sangat membantu daripada petani kita di lapangan," ujarnya.
Sambungnya, kemudian ada bebrapa aplikasi yang mereka ciptakan untuk membantu pelaksanaan di lapangan terutama untuk keperluan para OPD. Dengan adanya Aplikasi itu, itu sangat mempermudah dan mempercepat waktu yang ada.
"Contoh seperti terjadi musibah sosial Tanpa mereka datang atau hadir di kota Kendari dalam hal ini provinsi, mereka cukup masuk di aplikasi dan melaporkan kebutuhan-kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat yang mengalami musibah. Selain itu aplikasi yang mereka buat sudah bisa melaporkan secara triwulan kepada pihak provinsi terkait kebutuhan dan stop untuk bahan makanan atau kebutuhan lainnya apabila terjadi bencana di suatu daerah," tuturnya. RS