Ketika anak-anak tumbuh dalam rumah tangga dengan uang saku yang sangat terbatas, mereka belajar merencanakan setiap pembelian dengan cermat.
Orangtua mungkin mengeluarkan uang receh untuk tugas-tugas, atau mungkin anggarannya begitu kaku sehingga setiap hadiah terasa seperti sebuah acara.
Orang-orang yang tidak punya banyak ruang gerak dalam mengelola uang saat kecil, sering kali tidak bisa menerima kekacauan itu.
Mereka berpegang pada aturan hitam-putih dalam menabung, membelanjakan, dan berinvestasi.
Kemudian, ketika mereka memperoleh gaji yang layak, mereka masih mengikuti naskah lama, memeriksa ulang setiap transaksi, merasa tidak nyaman membeli baju baru tanpa kupon.
Itu tidak selalu buruk, hanya pola yang sudah mengakar. Pola asuh yang ketat dalam hal uang dapat secara tidak sengaja mengajarkan seorang anak bahwa disiplin keuangan adalah satu-satunya cara untuk merasa aman.
6. Mengaitkan harga diri dengan hidup hemat
Beberapa keluarga mengaitkan nilai moral dan pribadi dengan seberapa sedikit yang mereka konsumsi.
Seorang anak mendengar komentar seperti "Hanya anak manja yang mau pakai baju bermerek" atau "Orang pintar tidak membuang-buang uang."
Akhirnya, mereka mungkin percaya bahwa bersikap sangat hemat adalah tanda karakter yang baik. Gaya hidup minimalis dimulai dengan keinginan untuk kesederhanaan.
Namun, bagi sebagian orang, berhemat bukan soal niat, melainkan soal takut dihakimi. Mereka mungkin khawatir orang lain akan melihat mereka sebagai orang yang suka pamer jika mereka menghabiskan uang secara boros.
Jadi mereka berusaha untuk menghabiskan uang sesedikit mungkin, tidak peduli berapa banyak penghasilan mereka.
Bila kita mengaitkan harga diri dengan seberapa sedikit pengeluaran kita, kita berisiko merusak kenikmatan hidup kita sendiri.
Menabung dan menghindari pemborosan memang mengagumkan, tetapi jangan sampai kita kehilangan pengalaman yang memperkaya diri.
Ya, perencanaan yang bertanggung jawab memang penting, tetapi tidak apa-apa juga menggunakan uang untuk bersenang-senang, berkembang, atau sekadar merayakan kehidupan.