KENDARI, RSONLINE - Tim kampanye pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud (Zayat-Syahriah) kini sudah terbentuk. Para tim tersebut berasal dari gabungan partai politik pengusung seperti PPP, PDIP, Hanura, dan Demokrat.
Selain tim kampanye, partai politik pengusung juga sudah membagi tugas dalam rangka memenangkan jagoannya dalam pesta demokrasi. PDIP misalnya. Partai berlambang banteng moncong putih akan menangani saksi sementara Hanura akan berurusan dengan logistik. Adapun PPP akan menangani kampanye dan sosialisasi, sedangkan Demokrat akan berurusan mengenai informasi teknologi (IT) dan hitung cepat.
Ketua Tim Pemenangan Zayat-Syahriah, Muhammad Endang mengungkapkan dengan terbentuknya tim kampanye maka mereka sudah membuat program yang akan dijalankan pasangan tersebut demi merebut simpati masyarakat.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan membuat acara diskusi bertajuk 'Zayat-Syahriah Mendengar, Pakar dan Pelaku Bicara'. Program ini akan menghadirkan para pakar yang berbicara tentang program utama Zayat Syahriah seperti APBD untuk rakyat, reformasi birokrasi, air bersih, stabilisasi harga pangan, Kendari bebas banjir, dan pengembangan ekonomi kreatif.
Selain itu, mereka juga menyiapkan program lain seperti pemberdayaan perempuan, penataan pasar dan pedagang kaki lima.
"Zayat- Syahriah akan mendengar (pandangan pakar tentang program mereka) . Selanjutnya, itu akan dikompilasi menjadi visi-misi pasangan ini. Kalau Tuhan meridai dan rakyat menghendaki pasangan Zayat Syahriah menang, maka otomatis visi misi itu akan jadi RPJMD," jelasnya saat konferensi pers di Sekretariat Demokrat Kendari, Senin (10/10).
Pihaknya sengaja menggagas kegiatan diskusi bertajuk Zayat Syahriah Mendengar supaya hal tersebut dapat menggeser wacana yang selama ini berkembang bahwa pilkada seolah-olah pertandingan kuasa, hujat menghujat, dan saling menjelekkan.
"Kita akan geser pandangan itu menjadi pertandingan wacana, pertandingan program dan pertandingan visi-misi," ujarnya.
Selain akan menggelar diskusi, Zayat-Syahriah juga mewacanakan akan blusukan ke lapangan untuk mendengar kendala yang dihadapi masyarakat Kendari. Pihaknya akan berkunjung ke PDAM Kendari untuk mengetahui apa yang menjadi masalah dalam penyediaan air bersih.
"Kita juga akan berkunjung ke pasar-pasar, pelelangan ikan, dan pembuangan sampah. Kita ingin tahu apa yang menjadi kekurangan selama ini," katanya.
Dalam kesempatan ini, Endang juga menanggapi beredarnya selebaran yang mengaitkan bakal Calon Wali Kota Kendari Muhammad Zayat Kaimoeddin alias Derik dengan kasus yang membelit Gubernur Sultra Nur Alam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam selebaran itu disebutkan Anggota Ombudsman RI La Ode Ida dan Wakil Ketua KPK La Ode Syarif bekerja sama menjatuhkan Nur Alam dari gubernur dan melengserkan Tina Nur Alam dari Anggota DPR RI. Di selebaran itu juga disebutkan kalau Ridwan Bae akan kuat menjadi Gubernur Sultra dan Derik menjadi Wali Kota Kendari.
Endang sangat menyayangkan atas beredarnya selebaran tersebut.
"Kami sangat prihatin dan sangat sedih. Ternyata, ada oknum yang memakai cara-cara purba untuk mencapai tujuan politiknya. Kami ingin supaya demokrasi kita dibangun secara sehat, benar, baik dan bermartabat. Bukan dengan cara cara yang tidak elok," tegasnya.