"Kalau Ishak Ismail, dia langsung daftar ke DPP. Memang, mendaftar ke DPP itu dibolehkan," ucapnya saat dihubungi via telepon, kemarin.
Keluarnya dukungan PDIP ke "Anak Lorong" juga menambah daftar panjang calon wali kota yang menuai dukungan. Sebelumnya, PAN dan PKB memilih berlabuh bersama ADP yang tak lain anak Wali Kota Kendari Asrun.
Dukungan terhadap Anggota DPRD Sultra itu pun berpotensi bertambah setelah PKS memasukkan namanya untuk diusulkan ke DPP. Hal yang sama juga terjadi di Golkar.
Jika merujuk aturan pilkada, "koalisi" PAN dan PKB dengan total tujuh kursi sudah cukup untuk mengusung ADP ke panggung pertarungan. Meski begitu, ADP tidak mau gegabah. Ia terus berupaya mencari dukungan partai lain.
Terakhir, ia berpotensi mendaftar ke Partai Gerindra Sultra setelah penjaringan ulang di partai tersebut kembali dibuka. Pendaftaran tambahan di Partai Gerindra Sultra dibuka setelah Imran yang tak lain mertua ADP resmi memimpin partai berlambang garuda emas itu.
Lain halnya dengan Abdul Rasak. Kini, Ketua DPRD Kendari itu sudah mengantongi dukungan Partai Bulan Bintang (PBB) yang punya satu kursi dan NasDem tiga kursi. Nama Abdul Rasak pun cukup menguat di beberapa partai seperti Golkar, Demokrat, Gerindra dan PKS.
Di sisi lain, Derik juga menuai rekomendasi Hanura yang punya dua kursi. Hanya saja, Penjabat Bupati Muna ini harus mencari lima kursi lagi agar bisa berlaga dalam pentas demokrasi.
Keluarnya dukungan partai politik kepada empat calon wali kota itu membuat 17 kursi parlemen sudah direbut. Kini, tersisa 18 kursi lagi yang masih berusaha direbut calon kepala daerah. 18 kursi itu masing-masing dimiliki oleh Gerindra, Demokrat, PKS, Golkar dan PPP.