Pengaruh Politik Nur Alam Diuji di Pilkada 2017
KENDARI- Tampilnya Nur Alam untuk mendukung salah satu calon kepala daerah di berbagai daerah yang akan menggelar pesta demokrasi dinilai pengamat sebagai upaya mempertahankan pengaruhnya dilingkup Sultra. Pasalnya Kata Muhammad najib Husen pascamasa kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Sultra maka pengaruh Nur Alam akan semakin melemah. Karenanya salah satu alasan mengapa dirinya tetap bermain dalam pilkada yakni memasang kader-kadernya agar kedepan pengaruh Nur Alam tetap eksis.
"Ya saya pikir Nur Alam sudah tidak punya jalan lain selain mendukung salah satu figur untuk menunjukan bahwa pengaruhnya masih ada,"ujarnya, Senin (1/8).
Menurut akademisi UHO ini karier politik dan pengaruh Nur Alam sekali lagi akan diuji lewat pilkada serentak yang akan dihelat 15 Februari 2017. Akan tetapi Najib menilai pengaruh yang dimiliki Nur Alam semakin hari semakin memudar sehingga jalan terbaik bagi Gubernur Sultra 2 periode ini harus tetap menyiapkan kadernya untuk mengambil tampuk kekuasaan diberbagai daerah.
Saat ini Najib melihat Nur Alam bukan sosok yang menakutkan lagi seperti lima tahun yang lalu. Bahkan boleh jadi karier politik Nur Alam akan berakhir.
"Jadi melihat sosok Nur Alam bukanlah hal yang menakutkan lagi seperti lima tahun yang lalu. Sehingga hari ini jangankan lawan politiknya, teman-teman-teman seperjuangannya saja boleh jadi meninggalkan Nur Alam," tuturnya.
Selain itu pengaruh Nur Alam yang semakin memudar terlihat bebarapa dukungan Nur Alam yang tampil di pilkada 2015 mengalami kekalahan. Contohnya seperti, Konkep, Konsel, Butur dan Konut. Itu artinya ditahun 2015 saja pengaruh Nur Alam sudah bisa diukur menghadapi Pilkada di tahun 2017.(p16/b/ian)