Jumat, 28 Agustus 2026

Sultra Miliki Potensi Pertanian yang Sangat Besar

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Jumat, 26 Agustus 2022 | 09:52 WIB
H. Ali Mazi.
H. Ali Mazi.

KENDARI - Ekonomi Hijau atau Green Economy merupakan model pembangunan ekonomi yang didasarkan pada pembangunan berkelanjutan dan pengetahuan ekonomi ekologis atau Lingkungan.

Berangkat dari hal tersebut, maka sudah waktunya pemerintah dan masyarakat untuk mulai melakukan pendekatan ekonomi hijau. Menerapkan Ekonomi Hijau berarti menjalankan aplikasi pembangunan berkelanjutan pada semua proses yang melibatkan (kolaborasi) semua pemangku kepentingan.

Demikian diungkapkan Gubernur Sultra, H. Ali Mazi, S.H.  saat menjadi keynote speech pada Webinar Nasional Sulawesi Tenggara Economic Festival (Sultra Ecofest) tahun 2022 di Kendari,  24 Agustus 2022.

“Pemerintah Sulawesi Tenggara telah melaksanakan berbagai upaya untuk melaksanakan pembangunan berbasiskan Ekonomi Hijau. Melalui visi “Terwujudnya Sulawesi Tenggara yang Aman, Maju, Sejahtera, dan Bermartabat”, kami senantiasa memperhatikan bagaimana setiap program pembangunan dapat dilakukan dengan menciptakan kondisi ramah lingkungan hidup dan keberlanjutan pembangunan untuk generasi berikutnya,” kata Gubernur Ali Mazi.

Dijelaskan, Sulawesi Tenggara merupakan daerah dengan kondisi alam yang mempunyai potensi sangat besar dari sektor pertanian, pertambangan dan energi, perikanan dan kelautan, serta pariwisata. Untuk mengoptimalkan Sumber Daya Alam (SDA) tersebut, dilakukan perencanaan pengembangan yang memperhatikan bagaimana pengolahan potensi SDA dapat dilakukan secara maksimal namun kondisi alam sekitar tetap sehat, kondisi masyarakat sekitar tetap bisa hidup secara nyaman.

Dalam Rencana Umum Penanman Modal (RUPM) Provinsi Sulawesi Tenggara juga ditetapkan, bahwa Arah Kebijakan Pengembangan Penanaman Modal Harus Menuju Program Pengembangan Ekonomi Hijau, dalam hal ini target pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan isu dan tujuan-tujuan Pembangunan Lingkungan Hidup, yang meliputi Perubahan Iklim, Pengendalian Kerusakan Keaneka Ragaman Hayati, dan Pencemaran Lingkungan, serta Penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

“Seperti yang saya kemukakan sebelumnya, bahwa pembangunan berbasiskan ekonomi hijau merupakan upaya kolaborasi bersama antara pemerintah, lembaga-lembaga negara, swasta, dan masyarakat. Salah satu bentuk kolaborasi tersebut, melalui kegiatan Webinar Nasional Sultra Ecofest ini yang  diadakan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara. Saya menilai kegiatan ini dapat menjadi sarana diskusi untuk menambah wawasan dan pemahaman bersama untuk merencanakan pembangunan ekonomi Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,"  ujar Ali Mazi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
X