“Jangan seperti perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat,” ucapnya sambil menatap jauh ke arah jamaah.
Shalat Idul Fitri ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi ajakan untuk menyambung semangat Ramadhan ke dalam laku sehari-hari. Di tengah arus zaman yang cepat dan hingar bingar dunia digital, khutbah Prof. Budu mengingatkan bahwa kemenangan sejati bukan pada pakaian baru, tetapi pada jiwa yang kembali bersih dan siap memaknai hidup dengan takwa.
Artikel Terkait
Kepala BPOM Taruna Ikrar Ingatkan Masyarakat Teliti Memilih Kudapan Lebaran Idul Fitri