Terkait bencana ini, Mentan berharap semua pihak memperkuat sinergitas serta mengedepankan semangat persaudaraan demi memulihkan kondisi di sekitar lokasi. Bagi Mentan, yang dibutuhkan saat ini adalah bergandengan tangan dan membantu saudara-saudara sesama yang terkena musibah.
"Saya katakan ini ujian bagi kita. Ini ujian bagi kita semua. Dan apakah dengan ujian ini kita mau menolong? Tentu kita harus menolong karena ini adalah jembatan kita masuk surganya Allah. Kita harus berlomba-lomba masuk surganya Allah," katanya.
Sebagai informasi, tujuh kabupaten di Sulawesi Selatan diterjang banjir dan longsor hingga mengakibatkan 15 orang meninggal dunia. Hingga kini, sebanyak 210 warga paling terdampak khusus di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, dievakuasi ke pengungsian sementara.
Tujuh kabupaten yang diterjang banjir dan longsor di Sulsel, yakni Kabupaten Luwu, Sidrap, Luwu Utara, Soppeng, Enrekang, Sinjai, dan Wajo. Dari 15 korban meninggal, ada 13 orang di antaranya di Luwu, sedangkan masing-masing satu warga di Wajo dan Sidrap.
Hadir dalam penyerahan bantuan antara lain, Bendahara Umum IKA UNHAS, Prof. Murtir Djeddawi, Waketum Bachrianto Bahtiar yang mengantar para korban langsung dari Luwu, Iqbal Suhaeb, Andi Fahsar M. Padjalangi, Ilham Rasyid, Suwardi Thahir, Suharman, Kahar Gani, dan Sudirman Numba.
Juga hadir Direktur Pengembangan Usaha PT. Tiran, Moch. Safri Sabit, Direktur AAS Foundation, Resky Mulyadi, Direktur Eksekutif IKA UNHAS, Salahuddin Alam Andi Taufik, dan sejumlah pengurus pusat IKA UNHAS lainnya. RS