Jumat, 28 Agustus 2026

Indonesia Menjadi Negara Pertama yang Punya Area Khusus di Markas Besar UNESCO

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Senin, 27 November 2023 | 11:10 WIB
Duta Besar RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar berbicara di sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis pada Senin, 20 November 2023.
Duta Besar RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar berbicara di sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis pada Senin, 20 November 2023.

5.       Lukisan kematian Kumbakarna karya Nyoman Mandra

6.       Garuda Wisnu Kencana karya Nyoman Nuarta 

7.       Souvenir perak Borobudur

8.       Patung pemain seruling

9.       Angklung robot karya Eko Mursito

10.   Peta dan (11) inventaris digital yang menawarkan ikhtisar dari keseluruhan 66 warisan budaya

11.   Alam UNESCO di Indonesia

Mohamad Oemar yang juga sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO juga ikut hadir dalam peresmian tersebut.

Mohamad Oemar memberikan sambutan dengan menegaskan bahwa komitmen Indonesia dalam pelestarian dan restorasi benda budaya melalui UNESCO, salah satunya diwujudkan dalam Jalan Nusantara ini.

Pemerintah Indonesia juga memiliki peran penting dalam mendukung UNESCO sebagai upaya pengamanan dan restorasi karya seni.

Karena hal tersebut Indonesia mendapatkan apresiasi dari Nicholas Jeffrey selaku Assistant Director - General of UNESCO for Administration and Management menurutnya, Indonesia menjadi anggota penting bagi UNESCO, khususnya pada bidang budaya.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Hilmar Farid juga mengatakan, sebagian dari keragaman warisan budaya di penjuru Kepulauan Indonesia itu tercermin di dalam area khusu Jalan Nusantara atau ‘Archipelago Street’.

Jalan Nusantara ini menjadi wadah untuk mengundang para negara anggota UNESCO untuk menjelajahi warisan budaya Indonesia dengan memberikan gambaran mendalam mengenai perkembangan yang signifikan bagi masa depan.

Area khusus Jalan Nusantara ini merupakan tempat permanen di markas besar UNESCO, setidaknya sampai lima tahun kedepan.

Harapan dari penataan benda budaya di area tersebut dapat menjadi sebuah contoh untuk kedepannya bisa diikuti oleh para negara anggota UNESCO. JP/RS

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Bang Japar Meneguhkan Komitmen Jaga Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:51 WIB
X