Makassar, rakyatsultra.id - Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P beramah tamah dengan Ketua Pengurus IKA UMI Sulawesi Tenggara Dr.Ir. H Ruksamin, ST, M.Si, IPU, Asean. Eng, di AAS Building, Jl. Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (16/6/2023) malam.
Ramah tamah Ketua Ikatan Alumni (IKA) perguruan tinggi negeri dan swasta ternama di Sulsel bertabur canda, karena Andi Amran dan Ruksamin adalah sahabat lama yang pernah bersama-sama merasakan pahit-getirnya perjuangan membangun usaha di masa muda.
Jerih-payah perjuangan kedua sahabat kini berbuah sukses dan menjadi kisah abadi seperti makna pepatah bersakit-sakit dahulu bersenang kemudian.
Andi Amran kini menjadi pengusaha sukses, tokoh nasional dan menjabat menteri Pertanian RI periode 2014 – 2019.
PT. Tiran Indonesia yang dibangun dari titik terendah kini menjadi penyumbang terbesar APBD Konawe Utara (Konut), sedangkan Ruksamin adalah Bupati Konut dua periode yang kini menatap konstestasi pemilihan Gubernur Sultra 2014.
"Kita harus berterimakasih kepada Andi Amran Sulaiman karena perusahaannya PT. Tiran menjadi penyumbang APBD terbesar Konawe Utara,” kata Ruksamin saat menyampaikan sambutan di hadapan masyarakat Konawe Utara yang ikut bergabung pada malam ramah tamah “nostalgia” masa muda.
Dulu, kata Ruksamin, keduanya pernah bersama-sama mendayung perahu di anak sungai untuk menyeberang ke suatu lokasi.
"Kami melakukan banyak hal untuk membangun masyarakat. Bahkan pernah sama-sama mendayung untuk menuju ke perkampungan," kata Ruksamin yang pada 4 Juni 2023 diangkat menjadi anggota Dewan Kehormatan IKA Unhas.
Ruksamin adalah politikus yang memulai karier dari bawah. Sebelum terjun ke politik, pria kelahiran Desa Basule, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konut, 14 Maret 1973 guru SMA Nasional Wawotobi.
Ia meninggalkan pekerjaan guru pada 2001 dan tiga tahun kemudian, Ruksamin menjadi anggota DPRD Konawe tahun 2004 hingga 2007.
Lanjut menjadi Ketua DPRD Konawe Utara Tahun 2007 sampai 2009 dan Wakil Ketua 1 DPRD Konawe Utara tahun 2009 hingga 2011.