Biji kelor tak banyak dikonsumsi oleh masyarakat Muna secara umum. Sebagai pulau spesies kelor di Sultra, masyarakat Muna lebih banyak mengonsumsi kelor dalam bentuk sayur dari daun dan juga buah kelor. Tetapi di tangan Bainun, biji kelor diubah menjadi herbal. Kini, herbal biji kelor yang mirip kopi ini menjadi buruan banyak orang. Tidak hanya masyarakat Sultra, tetapi menyasar pulau Jawa, Makassar hingga Sumatera.
Oleh: MUHAMAD ABDUL MAJID, Kendari
Suatu ketika di tahun 2016, di Desa Lakologou, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, seorang pemuda bernama Ansar Acing, pegiat pertanian organik yang pernah belajar hingga Seoul, Korea Selatan membawakan materi tentang pembuatan pupuk organik cair yang bermanfaat untuk peningkatan produksi tanaman.
Bainun, ibu rumah tangga warga Desa Ghonebalano Kecamatan Duruka, Muna menjadi salah satu peserta pelatihan. Saat itu, Bainun masih menjadi Pendamping Lokal Desa (PLD) di Desa Lakologou.
Bainun, cukup serius menyimak materi yang disampaikan Ansar Acing. Dia berangan-angan ingin membuat herbal setelah pelatihan. Karena Ansar Acing bilang perlakuan tanaman menggunakan pupuk cair organik bisa pula digunakan untuk herbal bagi manusia.
Atas dasar itu, pascapelatihan, Bainun mulai bertanya banyak soal pembuatan herbal itu. Terutama komposisi yang pas jika dilakukan pada manusia. Dengan senang hati, Ansar Acing melayani setiap pertanyaan Bainun.
Dari Lakologou, Bainun pulang ke Ghonebalano. Dia mulai mencoba meracik herbal ramuan khusus untuk kanker payudara. Butuh waktu yang agak lama juga menghasilkan ramuan itu. Komposisi dan bahan semua berasal dari bumbu-bumbu dapur yang gampang diperoleh.
Sambil membuat ramuan, Bainun terus berkonsultasi dengan Ansar Acing. Bagaimana campuranya, ukuran air, ukuran berat bahan. Ketika sudah pas, maka racikan itu dibuat. Jadilah ramuan herbal untuk kanker payudara. Bainun mencoba sendiri terlebih dahulu, karena dia juga menderita kanker payudara. Dia berhasil sembuh. Lalu, dia mulai menjual ramuan itu ke beberapa perempuan pengidap kanker payudara.
Ramuan yang dibuat itu berhasil mendapatkan perhatian serius bagi para wanita pengidap kanker. "Alhamdulillah, kanker payudara banyak yang sembuh setelah mengonsumsi ramuan yang saya buat. Ada di Ereke, Buton Utara dan juga Makassar yang mengonsumsi ini. Di Raha juga ada. Semua sembuh," kata Bainun ditemui di pameran HPN 2022 di Kota Kendari, Selasa (8/2/2022).
Berhasil membuat ramuan herbal untuk kanker payudara, Bainun kemudian melirik biji kelor. Dia berkonsultasi kembali pada Ansar Acing untuk membuat herbal dari kelor. Pertama, dia membuat teh dari daun kelor. Lalu biji kelor kata Ansar Acing punya banyak manfaat untuk kesehatan manusia.
Lalu, Bainun membuat racikan biji kelor itu. Dia menyuruh suaminya sebagai percobaan untuk konsumsi herbal biji kelor.
Menurut Ansar Acing, biji kelor memiliki kandungan alami yang bisa mendongkrak stamina laki-laki. Anca begitu sapaan akrabnya, menyuruh Bainun menambahkan herbal lain demi menyempurnakan komposisi herbal biji kelor, sehingga manfaat yang didapat bertambah saat mengonsumsi herbal biji kelor itu.
"Yang dibuat Bainun sekarang itu sudah lengkap bahannya. Komposisinya juga pas. Memang bisa mendongkrak stamina. Bagus yang mengonsumsi herbal ini adalah laki-laki usia 50 tahun ke atas. Di coba saja, dan rasakan manfaatnya," ucap Anca di Kendari.