Kabar baiknya, herbal biji kelor Ainun sudah mendapat rekomendasi layak konsumsi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muna.
Secara umum, hasil laboratorium Dinkes Muna menyebut herbal biji kelor Ainun bisa meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan hipertensi, mengobati diabetes, serta menghilangkan demam dan sakit kepala.
Menurut Bainun saat pandemik covid-19 melanda, banyak orang mengonsumsi herbal biji kelor ini. Bahkan ada yang positif covid-19, rutin mengonsumsi herbal biji kelor, berhasil sembuh.
Menurut Anca, herbal biji kelor ini sangat berkhasiat untuk jantung. Kenapa bisa mendongkrak stamina para lelaki? Karena menurut Anca, jika jantung baik, maka stamina laki-laki juga baik.
"Bagi para lelaki yang jantungnya masih baik, ketahuan saat pagi hari. Para lelaki tau semua itu bagaimana pada pagi hari," ujarnya sambil tersenyum.
Ketika manfaat sudah diperoleh, Bainun memikirkan kemasan yang kurang menarik. Lalu, pada suatu ketika ada pameran di Muna, menghadirkan produk-produk UMKM dari berbagai kecamatan, Bainun ikut pameran itu. Membawa herbal biji kelor dengan kemasan seadanya. Di pameran itu, Rumah BUMN PLN Muna melirik produknya yang sangat menarik.
Kordinator Rumah BUMN PLN Muna, Sitti Muzdalifah SE melihat jika kemasannya bagus, maka produk herbal biji kelor Ainun bisa naik kelas.
"Awalnya, saya ketemu ibu Bainun di pameran kecamatan yang diadakan Dekranasda Muna. Saya liat produknya manfaatnya bagus dan Ibu Bainun sudah produksi lebih dua tahun. Promosi produk masih dari teman ke teman. Kemasan belum ada label nama, juga belum ada izin PIRT atau sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga, Nomor Induk Usaha, dll. Kemasannya masih di wadah plastik obat. Maka saya ajak datang di Rumah BUMN PLN Muna," tutur Musdalifa.
Bainun ke Rumah BUMN PLN Muna, diskusi dengan Musdalifa. Rumah BUMN PLN Muna siap mendampingi Bainun. Mulai dari penamaan produk, pembuatan kemasan, desain, stiker, serta semua izin agar hasil produk aman dikonsumsi, menjadi tanggung jawab Rumah BUMN PLN Muna.
"Awalnya mau dinamakan kopi biji kelor. Tetapi karena komposisinya hanya biji kelor toh tanpa kopi, maka namanya herbal biji kelor Ainun. Nama Ainun diambil dari sebagian nama Bainun," ucap Musdalifa.
Setelah kolaborasi itu, kemasan herbal biji kelor sangat baik. Dari kolaborasi itu, Rumah BUMN PLN Muna selalu mengajak Bainun dan herbal biji kelor mengikuti berbagai pameran di Sultra Termasuk pameran UMKM dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kota Kendari.
"Saya mengajak agar ikut pameran karena memang salah satu program Rumah BUMN PLN Muna untuk memberi kesempatan bagi para pelaku UMKM di Muna naik kelas dan produknya adalah home industri bukan reseler. Kerena Rumah BUMN PLN Muna mencari produk unggulan yang nantinya bisa naik kelas," ujar Musdalifa.
Dia bilang, program rumah BUMN PLN Muna memang memberi kesempatan pada produk-produk UMKM hasil produksi rumah tangga untuk naik kelas. Ketika naik kelas, menurut Musdalifa, produknya bisa mendapat kesempatan mendapatkan CSR PLN, sebagai salah satu binaan PLN.
"Bulam lalu, saya ikut pameran juga di Dinas Pariwisata Provinsi. Saya tonjolkan rapo-rapo. Tetapi sekarang saya tonjolkan herbal biji kelor Ainun," kata Musdalifa.