metropolis

Oknum Polisi Arogan Diduga Hajar Tukang Batu

Selasa, 19 April 2016 | 10:04 WIB
Syahrul (16) terbaring lemas saat dirawat di Ruang IGD Rumah Sakit Bahteramas Kendari, Senin (18/4

-Korban luka karena jatuh dari motor di Pasar Laino.

-Minta diatur secara kekeluargaan dan siap menanggung biaya pengobatan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

 

KENDARI – Oknum Polres Muna, Radikal Putma Irianto diduga telah menganiaya tukang batu Syahrul (16) hingga tidak sadarkan diri. Kini, korban dilarikan di Rumah Sakit (RS) Bahteramas Sultra.

Penganiayaan terhadap korban berawal ketika mertua oknum polisi tersebut dipalak salah seorang yang tidak diketahui identitasnya, Sabtu (16/4) malam. Mendengar aduan itu, Radikal naik pitam. Sehingga mencari tau keberadaan yang melakukan pemalakan tersebut.

Radikal bersama rekan-rekannya menggunakan tiga unit motor, mendapati Syahrul pada malam kejadian pemalakan tersebut di seputaran Pasar Laino. Karena Syahrul melarikan diri setelah melihat motor itu, Radikal beserta teman-temannya mengejar Syahrul hingga akhirnya terjadi penganiayaan.

“Sabtu malam kejadianya, adik saya dikejar dengan menggunakan tiga motor. Adik saya melarikan diri karena takut ditilang, karena adik saya ini menggunakan motor sepupu saya, bukan motornya, makanya dia lari," terang kakak kandung korban, Suardi.

Mirisnya, lanjut Suardi, setelah adiknya dianiaya, tidak langsung diamankan di Polres ataupun di Polsek setempat, tetapi sempat digiring hingga ke rumah mertuanya. Tiba di rumah mertua oknum polisi tersebut, Syahrul kembali dianiaya hingga tidak sadarkan diri.

“Setelah dipukuli di Pasar Laino, adik saya kembali dibawa di rumahnya mertuanya itu polisi. Tiba di sana di injak-injak lagi hingga keluar darah di hidungnya dan pingsan,” terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini