Jumat, 28 Agustus 2026

Hari pertama Pascapembukaan pasar Basah Mandonga Setelah Digembok Pengelola

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Jumat, 29 April 2016 | 12:04 WIB

  * Aktifitas Kembali Normal, Pedagang Berlakukan Jam Malam  

Pasar Basah yang sempat bergejolak selama tiga hari,  saat ini suasananya sudah mulai kondusif, para pedagang telah kembali berjualan. Aktifitas jual beli di lahan milik Pemkot Kendari kembali normal. Sekalipun masalah tarif sewa lods antara pedagang dengan pengelola belum mencapai titik temu.

 

Para pedagang pasar basah kini telah menempati kembali lods mereka, yang selama tiga hari ditutup pengelola pasar.

Suasana di Pasar Basah Mandonga kembali seperti bisa, bahkan sebahagian pedagang kembali berjualan dibahu jalan, di depan pasar basah. Aktifitas jual beli antara pedagang dan pembeli, seolah tak henti.

Maklum, pasar basah mandonga merupakan pasar yang cukup ramai dipadati pembeli. Sehingga tak mengherankan, baju jalan juga dipakai berjualan.      

Dibahu jalan para pedagang menggelar jualannya, ikan, sayur mayur dan buah-buahan dan berbagai kebutuhan pokok. Sementara hiruk pikuk lalu lintas yang padat dijalan tersebut, juga kembali muncul.  

Meski aktifitas kembali normal, namun para pedagang masih tetap dihantui keresahan. Sebab persoalan harga sewa lods pasar, belum juga tercapai titik kesepakatan. Pengelola bisa saja sewaktu-waktu menaikan tarif sewa lods pasar basah.     

Belum lagi ancaman penutupan lods oleh pengelola, sewaktu-waktu bisa terjadi.

Untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak inginkan, pedagang  memberlakukan jam malam, karena was-was jangan sampai pengelola menutup pasar pada saat malam hari, disaat pasar dalam kondisi kosong, tidak ada aktifitas.

"Sejak dibuka kembali, mulai malam hari  kita semua pedangan berjaga-jaga, takutnya kalau kita pulang pengelola tutup lagi," tutur Nasaruddin salah seorang pedagang Pasar Basah Mandonga.

Menurutnya, walaupun sudah bisa berjualan lagi, tapi belum jelas bagaimana dengan harga sewa lodsnya. "Karena pemilik pengelolal Pasar juga belum mau berikan kita kejelasan,"pungkasnya.

Sementara itu, terpisah walikota Kendari Ir Asrun menuturkan, pihaknya sudah berusaha memfasilitasi  pedagang dengan pengelola Pasar Basah Mandonga PT Kurnia Sulawesi Karyatama, terkait harga sewa yang kembali dinaikan sepihak oleh pengelola.

Diungkapkannya, kenaikan harga lods pasar basah bukan karena pihaknya yang menginginkan, namun pihak pengelola yang memiliki hak atas Pasar Mandonga.

Karena kontrak yang dibuat itu, pasar basah mandonga dikelola PT Kurnia Sulawesi Karyatama selama 20 tahun.

"Aturan dalam MoU itu, hanya 10 tahun pertama yang tidak boleh naik, tapi kan ini sudah lewat 10 tahun, jadi  mereka menaikkan harga sewa lodsnya. Tapi kan pemilik juga, jangan seenaknya saja kasih naik, harus ada negosiasi dulu," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X