"Mengalihkan isu, menekan-nekan keluarganya supaya jangan di laporkan, dengan cara memfitnahlah. Sekarang sudah masuk (laporan) di Polisi. Dan saya juga sudah menyusun laporan dengan kuasa hukum saya melaporkan pencemaran nama baik. Saya akan tuntut (Farid)," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Sultra Natsir Andi Baso diterpa isu tak sedap. Mantan Asisten I Pemkab Buton ini dikabarkan telah berselingkuh dengan salah seorang stafnya. Bahkan, suami Bunga, Farid telah menyebarkan isu perselingkuhan tersebut.
Sementara Gubernur Sultra Nur Alam menanggapi dugaan isu perselingkuhan yang dilakukan Kepala Bappeda Sultra Natsir Andi Baso dengan salah satu stafnya di Kantor Bappeda Sultra secara santai. Nur Alam terkesan membela bawahannya itu.
Menurut dia, demo yang menduga dan mengangkat isu perselingkuhan itu hanya cenderung berbau politis yang tidak dapat dibuktikan secara jelas. Karena urusan perselingkuhan itu tidak boleh dalam bentuk isu, harus punya bukti.
“Tidak bisa sekedar isu, harus ada buktinya. Siapa objeknya, dimana kejadiannya, siapa orangnya, kapan waktunya. Apa yang jadi korban dan siapa saksinya," kata Nur Alam usai rapat paripurna di DPRD Sultra, Rabu (20/4).
Nur Alam berpendapat, demo saat ini cenderung dilakukan sekelompok orang namun tidak dapat dibuktikan. Apalagi saat ini masuk era fitnah. Olehnya itu, dia telah menasehati semua staf di lingkup Pemprov Sultra jika saat ini eranya demo yang mengangkat dugaan-dugaan tanpa ada bukti. “Saya sudah menasehati semua staf saya, ini eranya sekarang jadi jangan terlalu dipusingkan," sarannya.
Tetapi yang harus dilakukan, saran Nur Alam, Kepala Bappeda Sultra Natsir Andi Baso menanyakan kepada istrinya. Apakah dengan isu dugaan itu, istri Nasir Andi Baso merasa terganggu atau tidak.
“Kalau istri tidak terganggu maka jangan pusing kalau memang anda tidak lakukan,” ketus Nur Alam. (rs)