Jumat, 28 Agustus 2026

Kepala Bappeda Bantah Berselingkuh

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Kamis, 21 April 2016 | 11:12 WIB
Natsir Andi Baso.
Natsir Andi Baso.

KENDARI - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra Natsir Andi Baso membantah telah berselingkuh dengan salah seorang stafnya. Kepada Rakyat Sultra, Rabu (20/4), di Hotel Grand Clarion Kendari, mantan Pj Bupati Buton Utara (Butur) itu blak-blakan awal mula munculnya tuduhan perselingkugan itu.

Dia menjelaskan, setelah sekian lama bersabar, mengumpulkan data dan berdiskusi dengan penasehat hukumnya, maka berhasil menemukan sejumlah fakta-fakta.

"Perselingkuhan yang dimaksud itu kejadiannya tahun 2014, sekitar bulan Juni pada saat kita melakukan rapat kerja di Mataram. Saat itu ada staf (Bunga, samaran) yang ikut menyiapkan bahan karena saya persentase," cerita Natsir Andi Baso.

Setelah melakukan persentase di Mataram, Bunga sempat meminta izin kepada Natsir untuk tetap tinggal di Mataram. Saat itu Bunga beralasan ingin menikmati suasana Mataram. "Saya persilakan, saya pulang ke Kendari. Tinggalah mereka disana. Anak (Bunga) ini belum punya suami saat itu. Disitulah dia bertemu dengan yang namanya si Farid itu. Menjadi pacaran dan menikah," tuturnya.

Setelah Farid dan Bunga menikah, Natsir mengaku tak pernah bertemu dengan Bunga lagi. Bahkan Bunga tidak pernah lagi ke kantor. "Begitu ceritanya, itu yang mereka maksud perselingkuhan. Saya belum kenal (Farid). Makanya saya bingung, selingkuh apa," bebernya.

Namun rupanya, tiba-tiba Natsir mengaku menerima sms yang mengaku sebagai Bunga. Karena merasa sebagai orang tua, Natsir menasehati Bunga. Bahkan sempat menanyakan suami Bunga, Farid. Bahkan saat itu, Natsir menasehati Bunga agar bekerja baik-baik.

"Saya (Bunga) mau kembali ke kantor, saya bilang sudah nanti lapor sama sekretaris. Dia CPNS," kata Natsir menirukan.

Setelah waktu berjalan, tiba-tiba tahun 2016 masuk surat "kaleng" ke rumah Natsir mengatasnamakan Bunga. Dalam surat itu, melaporkan kepada Inspektorat dan BKD. Isinya tentang perselingkuhan.

"Saya bilang, nah kayaknya ada masalah ini. Begitu saya pulang dari umroh, saya ditelepon teman-teman. Sudah ada masalah itu. Tapi saya maafkan mereka," ujarnya.

Meski begitu, Natsir mengaku tetap sabar. Hanya saja yang membuatnya kesal, informasi yang beredar semakin banyak dan menjadi bola liar. Makanya, Natsir menghubungi keluarganya yang kebetulan menjadi penasehat hukumnya di Palopo mencari informasi tentang Farid tersebut.

"Saya telepon pamanya si Farid itu, kebetulan teman. Sebagai orang tua kan, kita ingin perbaiki bagaimana anak-anak ini. Apa dia (Paman Farid) bilang, minta maaf Pak Andi, saya punya kemanakan itu sudah 3 tahun cerai," tuturnya.

"Saya harus bilang, kenapa motifnya harus menimpa ke saya. Ada apa sebenarnya. Saya cari data lagi, ternyata dia sudah menghamburkan uang disini segala macam, Wallahualam. Memang anak ini berkuasa di sana (Palopo). Farid itu berkuasa disana di Palopo dia wali kota bayangan itu. Dia sudah ada kasus disana tapi berhasil diselesaikan," ungkapnya.

Menurut Natsir, antara Bunga dan Farid sudah punya masalah. Bunga sudah mengadu ke polisi tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sehingga Farid tersebut sebenarnya pelaku KDRT. Tindakan menyebarluaskan perselingkuhan itu hanyalah untuk menutupi laporan KDRT.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X