Jumat, 28 Agustus 2026

Karena Pendekatan Persuasif TNI/Polri Demo KBM UHO Berlangsung Tertib

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Kamis, 1 Juli 2021 | 18:33 WIB
Dandem Intel Kodam Hasanuddin Makassar, Letkol Rachmat Yunus melakukan pendekatan persuasif kepada pengunjuk rasa yang dilakukan KBM UHO.    KENDARI - Kedatangan Presiden Joko Widodo pada Rabu (30/6/2021) di Kota Kendari, Sultra, dengan agenda melihat langsung penanganan covid-19 oleh Pemda se-Sultra dan juga membuka Munas VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) diselingi unjuk rasa. Aksi unjuk rasa itu dilakukan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, yang menuntut keadilan terkait meninggalnya dua mahasiswa UHO, almarhum Yusuf dan Randi. Meski begitu, unjuk rasa berlangsung tertib, kondusif, dan damai. Itu berkat kesigapan TNI dan Polri, melakukan pendekatan persuasif kepada mahasiswa pendemo. Juga berkat kehadiran Dandem Intel Kodam Hasanuddin Makassar, Letkol Rachmat Yunus di tengah-tengah unjuk rasa mahasiswa yang memberi pengertian. Aksi dimulai dari simpang tiga UHO, lalu, sambil berorasi, berjalan kaki menuju bundaran Gubernur Sultra. Unjuk rasa KBM UHO itu tak berlangsung lama karena pendekatan persuasif TNI/POLRI. Unjuk rasa hanya sampai pada sekira pukul 13:00 Wita. Massa hanya berorasi saja, tidak ada gesekan dengan aparat kemanan. Setelah unjuk rasa ditanggapi Rachmat Yunus, massa aksi membubarkan diri dengan aman dan tertib. Terkait tuntutan KBM UHO itu, Dandem Intel Kodam Hasanuddin Makassar, Letkol Rachmat Yunus menjelaskan, kasus ini sementara dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. "Sampai sekarang pihak kepolisian sementara bekerja. Saya berharap mahasiswa mempercayakan semuanya kepada polisi bahwa kasus ini akan selesai dengan baik," katanya. Saat unjuk rasa berlangsung Rachmat Yunus sempat meminta maaf kepada para mahasiswa untuk tertib berorasi dan harus dihentikan, serta saling menghargai berpendapat dan tugas, karena RI 1 sedang melaksanakan Kunker di Sultra. "Kami meminta maaf dan mohon agar para massa aksi mendukung penuh tugas TNI-Polri dalam mengamankan kegiatan RI 1 di Sultra," katanya saat menenangkan mahasiswa pengunjuk rasa. Meski sempat bersitegang sedikit, namun unjuk rasa tetap berlangsung tertib. Mahasiswa kemudian membubarkan diri sekira pukul 13.05 Wita. "Tidak ada gesekan yang mengarah pada anarkisme. Semua berjalan tertib. Massa Aksi membubarkan diri dengan aman dan tertib. Situasi tetap kondusif hingga presiden kembali ke Jakarta," ucapnya. (aji) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

X