Dia mengungkapkan bahwa kasus TB di tahun 2022 mengalami peningkatan dari kasus TB di 2021 yakni sebanyak 806 kasus.
Pihaknya memaksimalkan sistem pencatatan dan pelaporan data kasus TB pada tahun 2022. Berbeda dengan tahun 2021, bahwa belum semua pelayanan fasilitas kesehatan yang ada di kota itu melaporkan secara daring.
"Kita kan sekarang punya sistem pencatatan pelaporan yakni sistem informasi Tuberkulosis. Jadi dengan sistem ini semua data kasus TB dapat diakses di semua pelayanan fasilitas kesehatan di Kota Kendari," tutur Ellfi.
Dia menambahkan Tuberkulosis (TBC) atau TB merupakan penyakit menular akibat infeksi bakteri. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ lain. RS