Jenis pengobatan Neurorestorasi tersebut menggunakan teknologi yang dinamakan TMS atau Transcranial Magnetic Stimulation. TMS merupakan teknik pengobatan untuk merangsang saraf-saraf dalam otak dengan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh alat yang ditempelkan pada kepala. TMS sendiri merupakan terapi tambahan, bukan pengganti obat pada tatalaksana gangguan saraf. Pengobatan ini juga tersedia di jaringan Mayapada Hospital. Selain itu juga ada beberapa alat lainnya seperti Transcranial Direct Current Stimulation, QEEG dan Neurofeedback.
Kemudian juga ada metode lainnya seperti dry needling yang bermanfaat untuk memperbaiki kekakuan otot dan sebagainya, seperti pada pasien dengan kekakuan paska stroke, nyeri punggung bawah, spasme pada otot-otot leher dan bahu, dan lain- lain,” lanjut dr. Deby.
Selain modalitas-modalitas tersebut, cakupan dari Neurorestorasi juga meliputi hingga terapi sel yang bermanfaat untuk merestorasi sel yang telah mati atau rusak dengan pemberian sel punca dan lain-lain.
Efektivitas?
Terkait efektivitas modalitas Neurorestorasi sendiri tergantung pada berbagai hal termasuk kondisi klinis dan derajat keluhan pasien. Harapannya, dengan memanfaatkan neuroplastisitas dari sel saraf, fungsi dari sistem saraf dapat diusahakan untuk bisa kembali seoptimal mungkin.
“Misalnya kasus-kasus yang cukup sering adalah kelemahan atau gangguan berjalan, bergerak, berbicara atau menelan. Dengan modalitas terapi neurorestorasi, level (kesembuhan) yang bisa dicapai sesuai penelitian yang sudah cukup banyak, rata-rata cukup bagus. Dan tentunya semakin variatif modalitas yang dapat diberikan, bisa memperbesar kemungkinan kesembuhannya” terang dr. Deby.
Seperti sudah disinggung di atas, Neurorestorasi paling banyak menangani kasus stroke. Meski demikian, kasus lainnya seperti parkinson, nyeri akibat gangguan saraf, pasien diabetes dan saraf kejepit juga bisa ditangani oleh dokter di bidang Neurorestorasi.
“Kenapa stroke, hal ini karena stroke masih merupakan penyakit neurologi yang terbanyak. Jadi kebanyakan pasien yang ditangani adalah pasien stroke. Namun ” kata dr. Deby melanjutkan.