hidup-sehat

Pemulihan Pasien Stroke Bisa Lebih Cepat dengan Neurorestorasi

Selasa, 21 Februari 2023 | 12:20 WIB

rakyatsultra.id – Stroke, salah satu penyakit pembuluh darah otak ini diketahui memiliki efek jangka panjang yang merepotkan si pasien. Stroke hingga saat ini juga dikategorikan sebagai penyebab kematian ketiga setelah penyakit jantung dan keganasannya menyebabkan kecacatan jangka panjang nomor satu di dunia.

Stroke sendiri dapat mengakibatkan kerusakan bagian otak tertentu yang mengontrol sinyal saraf ke otot. Jika ini terjadi, Anda mungkin mengalami kelemahan, kekakuan, atau peningkatan tonus otot yang tidak normal. Hal ini dapat menyebabkan otot menjadi kaku, kencang, dan nyeri, sehingga anda tidak dapat bergerak dengan bebas.

Kaku otot atau sering disebut sebagai spastisitas dapat mempengaruhi cara Anda bergerak maupun berjalan. Selain itu, beberapa keluhan yang juga dapat terjadi adalah gangguan bahasa, kesulitan menelan, gangguan keseimbangan, gangguan penglihatan dan lapang pandang, penurunan fungsi kognitif (kemampuan berpikir dan memori) dan banyak lagi gangguan akibat kerusakan sistem saraf lainnya. Untuk mengurangi atau meminimalisir keluhan-keluhan tersebut, sembari dilakukan pengobatan utama, saat ini ada bidang pengobatan lainnya yang dikenal dengan Neurorestorasi.

dr. Deby Wahyuning Hadi, Sp.N, Subsp NRE (K) dari Mayapada Hospital menjelaskan, Neurorestorasi merupakan subspesialis dari bidang kedokteran, Neurologi. Secara sederhana, ilmu ini bergerak di bidang restoratif atau perbaikan saraf secara struktur maupun fungsi akibat kerusakan sebelumnya seperti stroke, Parkinson, tumor, infeksi atau bahkan trauma/kecelakaan.

“Dari penyakit ini akan menyisakan keluhan atau gangguan seperti kelemahan, kekakuan otot, kesulitan berbicara atau kesulitan menelan. Disitulah Neurorestorasi hadir,” ujar dr. Deby kepada JawaPos.com.

Lebih lanjut, dr. Deby menerangkan, tindakan yang dilakukan pada proses Neurorestorasi ada beberapa macam. Tergantung klinis apa yang akan diperbaiki. Salah satu modalitas yang dapat digunakan adalah neuromodulasi dengan menggunakan alat stimulasi otak dan saraf.

“Alat neuromodulasi ini akan menstimulasi otak dengan mekanisme tertentu. Salah satunya dengan gelombang elektromagnetik untuk memfasilitasi atau menginhibisi aktivitas otak. Gelombang elektromagnet yang diberikan tersebut akan merambat melalui tulang tengkorak dan mencapai permukaan otak untuk menstimulasi otak dengan harapan bisa memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Jadi alat ini bisa mengakses atau mempengaruhi kerja otak tanpa harus ada kontak langsung dengan otak atau melalui pembedahan. Prosedurnya juga cukup nyaman bagi pasien.”

Halaman:

Terkini

Menpora Lepas Kontngen Paralimpiade Indonesia

Jumat, 16 Agustus 2024 | 09:41 WIB

5 Sayuran Ini Sahabat Terbaik Penderita Diabetes

Jumat, 5 April 2024 | 08:28 WIB

7 Manfaat Buah Naga Yang Belum Diketahui!

Senin, 1 April 2024 | 10:28 WIB

Tips Berbuka Puasa Agar Lambung Tak Gampang Sakit

Senin, 18 Maret 2024 | 09:10 WIB

5 Makanan Ini Terbukti Ampuh Kurangi Stres

Rabu, 28 Februari 2024 | 08:30 WIB