hidup-sehat

Mengenal Virus Marburg, Sedang Mewabah di Afrika dengan Tingkat Kematian hingga 88 Persen

Kamis, 16 Februari 2023 | 10:15 WIB

Rakyatsultra.id—Virus Marburg tengah mewabah di Afrika. Provinsi Kie Ntem, Guinea Khatulistiwa, Afrika telah mengonfirmasi penyebaran virus tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setidaknya mencatat sembilan kasus kematian serta 16 kasus suspek yang diakibatkan oleh virus tersebut.

Virus Marburg sendiri masih satu family dengan virus Ebola yakni Filoviridae. WHO menyebutkan paparan virus ini bisa menyebabkan demam berdarah (DBD) dengan tingkat kematian hingga 88 persen.

Disebutkan virus tersebut dibawa oleh kelelawar buah dimana dia menyediakan reservior atau wadah yang berfungsi menyimpan virus Marburg ini.

Sebenarnya ini bukanlah virus baru. Sesuai dengan namanya, virus ini pertama kali ditemukan di Marburg dan Frankfurt, Jerman. Ada pula di Beograd dan Serbia di tajun 1967 silam.

Saat ditemukan, virus ini menginfeksi monyet hijau Afrika (Cercopithecus aethiops). Penelitian kemudian dilakukan oleh para ahli. Penyakit ini kemudian menyebar di Afrika. Marburg juga pernah mewabah di Kenya dan Kongo.

Gejala yang ditimbulkan oleh virus ini dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala yang ditimbulkannya akan muncul pada masa inkubasi. Adapun masa inkubasinya muncul selama 2 hingga 21 hari.

Halaman:

Terkini

Menpora Lepas Kontngen Paralimpiade Indonesia

Jumat, 16 Agustus 2024 | 09:41 WIB

5 Sayuran Ini Sahabat Terbaik Penderita Diabetes

Jumat, 5 April 2024 | 08:28 WIB

7 Manfaat Buah Naga Yang Belum Diketahui!

Senin, 1 April 2024 | 10:28 WIB

Tips Berbuka Puasa Agar Lambung Tak Gampang Sakit

Senin, 18 Maret 2024 | 09:10 WIB

5 Makanan Ini Terbukti Ampuh Kurangi Stres

Rabu, 28 Februari 2024 | 08:30 WIB