Lanjut Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Tenggara (Sultra) itu, sunatan massal gratis ini melibatkan beberapa tenaga kesehatan dari Dinkes Provinsi Sultra. Metode khitan yang diberikan ini memakai metode laser yang notabenenya cepat sembuh dan tidak sakit, karena dengan metode ini tidak terjadi pendarahan dan jahitanya pun bisa langsung jadi kulit (absorpsi) benang langsung diserap oleh kulit tanpa harus dicabut kembali,sehingga kenyamanan dan kesembuhannya bisa lebih cepat.
Orangtua santri, Adi (40) mengaku merasa sangat senang dan berbahagia diadakannya sunatan massal ini.
"Karena biaya sunat cukup mahal jika dilaksanakan secara pribadi. Syukur Alhamdulillah ada sunatan massal yang dilaksanakan oleh pengurus pondok tanpa biaya,” ucapnya. (RS)