Wali Kota Kendari bersama Kapolres Kendari saat meninjau vaksinasi Covid-19 bagi anak usai 6-11 tahun di SDN 2 Kendari.
-
Wali Kota Kendari bersama Kapolres Kendari saat meninjau vaksinasi Covid-19 bagi anak usai 6-11 tahun di SDN 2 Kendari.
Rakyatsultra ,-- Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai melakukan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun di Sekolah Dasar (SD). Launching vaksinasi anak ini berlangsung di SDN 2 Kendari, Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga. Termasuk vaksinasi lanjutan (booster) bagi lansia.
Pemkot pun menargetkan, 34.793 anak usia ini menerima suntikan vaksinasi Covid-19 yang tersebar di 126 SD Negeri dan Swasta di kota lulo.
Saat meninjau pelaksanaan vaksinasi, Wali Kota Kendari H. Sulkarnain Kadir, mengapresiasi atas antusias masyarakat dan anak sekolah dasar penerima vaksin yang terlihat santai dalam menerima vaksin tersebut.
"Anak-anak kita menjadi happy, tidak tertekan, tidak ada pemaksaan seperti yang kita inginkan. Harapannya ini bisa terus berlanjut ke sekolah-sekolah yang lain,” ujarnya.
Dikesempatan ini, dirinya juga menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan pemerintah kota dengan orang tua siswa dengan cara persuasif dengan memberikan penjelasan.
“Kita berikan penjelasan, fakta-faktanya agar orang tuanya mau mendukung dan ini untuk kebaikan mereka. Pemerintah melakukan ini untuk melindungi seluruh masyarakat termasuk anak-anak kita ini. Tidak ada pemaksaan,” cetus Wali Kota.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur mengatakan, bahwa anak yang akan divaksin berada pada usia 6 – 11 tahun. Pihaknya menargetkan dalam 16 hari pelaksanaan vaksinasi dapat dituntaskan.
Pemkot sendiri menargetkan puluhan ribu siswa SD ini tersentuh vaksinasi program pemerintah.
"34.793 siswa SD se Kota Kendari. SD negeri dan swasta. Tidak termasuk MI (Madrasah Ibtidaiyah, red). Peserta didik tersebut tersebar di 126 SDN/SDS, " beber Makmur.
Ketua PGRI Kota Kendari ini mensyaratkan agar peserta didik yang akan divaksin harus diantar langsung oleh orangtua siswa ke titik vaksin, membawa kartu keluarga dan makan terlebih dahulu sebelum vaksin. Selain itu, mendapat persetujuan orang tua bahwa anaknya siap untuk diberikan tindakan medis.
Diketahui, untuk mekanisme pelaksanaan vaksinasi telah disediakan jadwal di masing-masing kecamatan pada tiap sekolah. Setiap kecamatan memiliki kuota 150 sampai 200 dosis vaksin yang disediakan setiap hari.