Presiden Joko Widodo saat membuka Munas VIII Kadin di Masjid Terapung Al Alam Kendari, Rabu (30/6/2021).
KENDARI - Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ke-VIII di Kendari, di Sulawesi Tenggara pada Rabu 30 Juni 2021. Pembukaan kegiatan Munas dilangsungkan dengan pembatasan peserta dan protokol kesehatan yang ketat.
Acara tersebut setidaknya dihadiri sejumlah pejabat setingkat menteri hingga gubernur. Tampak hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Selain itu juga hadir Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Juga hadir Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi dan Wakil Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.
Pembukaan Munas Kadin ke VIII hanya dihadiri sekitar 100 peserta yang diperbolehkan masuk ke lokasi kegiatan di Masjid Al-Alam Kendari.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam sambutannya mengungkapkan bahwa melalui Munas Kadin, tidak boleh lengah terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Dengan semakin meningkatnya kasus aktif Covid-19 di Indonesia, harus ada langkah konkrit untuk percepatan vaksinasi agar bisa menekan dan mengurangi terjadinya Covid-19.
"Saya mengajak pada kita semua agar ekonomi dan kesehatan harus berjalan beriringan, karena perkembangan kasus aktif terus miningkat akhir-akhir ini," ungkap Jokowi di Kendari, Rabu (30/6/2021).
Jokowi menuturkan, saat ini memang masa sulit bagi dunia usaha. Tidak hanya ekonomi Indonesia, tapi ekonomi global. Olehnya itu, percepatan vaksinasi harus terus digenjot dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.
"Memang tidak gampang menyelesaikan karena tidak hanya satu soal urusan ekonomi, tapi juga urusan kesehatan. Apalagi minggu minggu terakhir ini ada lonjakan yang sangat tinggi di dalam penyebaran COVID-19 di Indonesia," ujarnya.
Dia menambahkan, pada kuartal 1 ekonomi Indonesia terkontraksi diangka -0,74 persen. Namun tetap optimis bahwa pada kuartal 2, perkembangan ekonomi Indonesia akan meningkat hingga 7 persen.
"Target tersebut didasari dengan adanya perbaikan di sektor konsumsi, indikator investasi mulai membaik, indeks penjualan retail juga tumbuh 12,9 persen dan sisi permintaan terus meningkat," tutupnya. (r5/b/aji)