Kepala Dinas Kesehatan Koltim, Barwik Siraik saat menerima kunjungan Sekda Sultra di stan pameran Koltim. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.
TIRAWUTA - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr. Hj. Nur Endang Abbas, membuka kegiatan Penilaian Kinerja Upaya Penurunan Stunting Terintegrasi Kabupaten lokus se Sultra Tahun 2021, beberapa waktu lalu di Kota Kendari. Acara ini diikuti perwakilan Pemda Koltim.
Nur Endang dalam sambutannya menyampaikan bahwa stunting menjadi isu nasional yang diaplikasikan menjadi program pengarusutamaan oleh pemerintah pusat lalu diarahkan ke seluruh daerah di Indonesia.
"Kita harus bekerjasama dengan semua pihak atau lintas sektor dalam penanganan stunting ini, agar apa yang direncanakan dari awal bisa tuntas hingga akhir, sesuai target dari pemerintah pusat," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Ir. Barwik Sirait M.Si, M. PH, menjelaskan bahwa pihaknya bersama seluruh jajaran OPD terkait, dibawah arahan Plt. Bupati Andi Merya Nur, terus fokus menangani persoalan stunting hingga ke tingkat desa.
Dikatakan Barwik Sirait, semua desa di Koltim melalui dana desa (DD), sudah menganggarkan untuk Kader Pembangunan Manusia (KPM). Berdasarkan data pada akhir tahun 2020, angka penurunan stunting di Koltim yakni 15,7 persen.
Tugas dan peran KPM berdasarkan arahan pemerintah pusat bersinergi dengan Pemda Koltim, yakni membantu melakukan pemantauan layanan pencegahan stunting dengan sasaran rumah tangga yaitu, 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak.
KPM juga berperan aktif dalam memastikan setiap kelompok sasaran cegah stunting bekerja hingga ke pelosok desa, mengatasi keterbatasan dalam memetakan kondisi kasus stunting, serta memastikan bahwa setiap desa mendapatkan layanan yang berkualitas.
"Kita lokus di 24 desa, dan untuk aksi 1-8 kami sudah kerjakan. Penurunan angka stunting di Koltim ini tentu berkat kerjasama dengan semua OPD dan pihak terkait lainnya," ujar Barwik. (p1/b/aji)