Petugas medis melakukan tes usap atau swab test. Foto: Ricardo/JPNN
RAKYATSULTRA.com, TANJUNG PINANG - Penjabat sementara Gubernur Kepulauan Riau Bahtiar Baharuddin menyebutkan ada tiga skenario berakhirnya pandemi COVID-19.
"Pertama, atas kehendak Yang Mahakuasa, karena dengan kehendaknya semua bisa berakhir, kun fayakun," kata Bahtiar di Tanjungpinang, Sabtu (7/11).
Kedua, lanjut dia, usaha dari umat manusia.
"Dengan obat-obatan dan vaksin yang terus diusahakan para ahli dan semoga formula terbaik ini bisa segera ditemukan," ujarnya.
Ketiga adalah skenario alam, yaitu virusnya melemah secara alamiah.
Bahtiar mengemukakan bahwa berbagai upaya terbaik terus dilakukan agar tidak bertambahnya masyarakat yang terpapar pandemi COVID-19.
Dia menyebut selama virus ini masih ada maka kewaspadaan semua terhadap COVID-19 harus tetap tinggi. Pemahaman ini harus terus disampaikan oleh semua komponen pemerintah dan masyarakat.
Ia juga meminta setiap orang harus membentengi diri supaya tidak terpapar COVID-19. Kalaupun terkena, tidak menularkan kepada orang lain dengan rumusnya harus menggunakan masker dengan benar sebagai alat pertahanan.
"Mari kita bersama-sama menahan lajunya penularan COVID-19, kita harus memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Jangan yang terpapar adalah keluarga kita, baru sadar bahayanya pandemi ini," ujarnya.
Bahtiar juga ingin kesediaan dan bantuan pemerintah kabupaten/kota beserta camat, lurah/kepala desa, forum RT RW beserta Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari tingkat kecamatan sampai desa untuk menyosialisasikan pemakaian masker menjadi budaya hidup masyarakat.
"Kami ingin teman-teman RT RW, lurah/kades, camat yang langsung berintegrasi bersama masyarakat agar menduplikasikan protokol COVID-19. Supaya warga kita patuh terhadap protokol kesehatan," tuturnya. (ant/jpnn)