RSU Bahteramas
KENDARI - Ada yang berbeda suasana di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bahteramas provinsi Sultra selama pandemi covid-19. Biasanya, banyak para pasien dan para tenaga medis lalu lalang sibuk dengan urusannya masing-masing di ruang-ruang rumah sakit.
Kondisi ini terjadi selama pandemi covid-19 di Sultra. Hal ini juga terjadi di beberapa rumah sakit yang ada di daerah.
"Memang selama beberapa bulan sejak ada kasus covid-19 terkontaminasi, semua protokol kesehatan dalam percepatan pencegahan covid-19 di rumah sakit dilakukan, termasuk di RS Bahteramas. Nah kondisi ini mengakibatkan suasana rumah sakit kita menjadi sunyi atau kurang dikunjungi pasien umum," ungkap Plt Direktur RS Bahteramas dr Hasanuddin saat di temui di ruang kerjanya, Selasa (12/5/2020).
Menurutnya, dari Maret hingga saat ini kunjungan pasien umum di RSU Bahteramas menurun drastis. Biasanya pasien umum dalam sebulan dapat menghasilkan pundi-pundi pendapatan untuk rumah sakit hingga Rp 1 miliar, namun kini tidak mencapai angka tersebut.
"Turun drastis kunjungan pasien kita. Penurunan nya 50 sampai 80 persen dari kondisi biasanya. Itu juga berimbas pada PAD kita setiap bulan," kata mantan Direktur RS Kota Baubau itu.
Meskipun dia tidak menyebutkan berapa total kunjungan pasien umum dalam sebulan, tetapi Hasanudin telah mendapatkan laporan berdasarkan hasil rapat evaluasi tim internal RS Bahteramas terjadi penurunan sangat signifikan.
Padahal menurut dia masyarakat juga tetap bisa melakukan perawatan saat sakit ke RS Bahteramas. Meskipun dengan batas-batas tertentu dan standar penanganan covid-19 di rumah sakit. Karena rumah sakit Bahteramas bukan dijadikan rumah sakit khusus untuk merawat pasien yang positif covid-19, tetapi hanya menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien covid-19.
"Memang ada kekhawatiran dan terjadi asumsi di masyarakat. Itulah juga yang jadi salah satu faktor lain. Selain itu, imbas kebijakan pemerintah juga sangat berpengaruh dalam hal tingkat kunjungan pasien di rumah sakit," beber Hasmuudin. (efn/aji)