Tim gabungan menghentikan salah satu kendaraan roda empat yang melintas. Foto: Iwal Taniapa/Rakyat Sultra
-
Tim gabungan menghentikan salah satu kendaraan roda empat yang melintas. Foto: Iwal Taniapa/Rakyat Sultra.
TIRAWUTA - Tim gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kecamatan Loea bersama Puskesmas, anggota Koramil Raterate dan Polsek Raterate menjaga ketat pintu masuk Kecamatan Loea yang berbatasan dengan Tirawuta, dalam rangka mencegah penyebaran wabah Covid-19.
Kendaraan roda empat maupun roda dua dihentikan melintas, disemprotkan disinfektan, lalu ditanyakan riwayat perjalanannya. Jika berasal dari luar Koltim, lanjut dengan pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan oleh tim dari Puskesmas Loea yakni cek suhu tubuh, batuk dan kondisi kesehatan tenggorokan. Tak lupa tenaga medis memberikan imbauan dan arahan demi mencegah penyebaran Covid-19.
Camat Tirawuta, Achmad Darwis S.Sos, yang ditemui Kamis (9/4/2020) menjelaskan, penjagaan tersebut sangat penting, mengingat mobilitas masyarakat begitu tinggi dari luar wilayah Koltim menuju Kecamatan Ladongi dan sekitarnya.
"Orang yang dari luar, kalau mau masuk wilayah dalam seperti Ladongi dan Dangia, pasti melewati jalan poros Kecamatan Loea dulu. Jadi disini kami periksa ketat," ujarnya.
Penjagaan tersebut berjalan sejak Selasa (7/4/2020). Menurut Camat Loea, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, kegiatan berjalan hingga Sabtu (11/4/2020). Selanjutnya menunggu arahan dari Pemda Koltim.
"Saya juga berterima kasih ke anggota Polsek Raterate, Koramil Rate-rate dan Dinas Perhubungan Pemda Koltim. Semoga wabah Corona ini tak menyebar hingga wilayah Koltim," ujar Achmad Darwis.
Sementara itu, salah satu tenaga medis Puskesmas Loea, Fitriani, A.Md. Keb, yang ditemui di sela-sela pemeriksaan kesehatan mengungkapkan, sasaran dari pemeriksaan kesehatan ini bukan hanya pengendara saja, namun juga penduduk asli Koltim yang bekerja di luar daerah seperti Konawe dan Kolaka.
"Olehnya, kami juga mengarahkan kepada masyarakat yang bekerja di luar dan setiap hari keluar masuk Koltim, untuk rutin memeriksakan kesehatannya di Puskesmas Loea," ujarnya.
Lanjut Fitriani, maksimal suhu badan yang dinyatakan aman yakni 38 derajat. Pengendara dari luar tak lupa diberikan hand sanitizer, makser dan sarung tangan.
"Hari pertama penjagaan, ada 36 pengendara yang diperiksa. Hari kedua 121 orang dan hari ini hingga pukul 2 siang berjumlah 92. Hingga saat ini, semua masih aman, mulai dari suhu tubuh hingga pemeriksaan lainnya. Jika ada gejala Covid-19, kami tangani sesuai protokol kesehatan," ungkapnya. (p1/aji)