Mawar Taligana.
UNAAHA - Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Konawe untuk menurunkan angka stunting di daerah lumbung beras terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.
Dimana pada tahun 2025 mendatang, Pemkab Konawe menargetkan 14 persen penurunan angka stunting.
Stunting di Konawe berada di urutan keempat ke bawah se-Sulawesi Tenggara dengan angka 26, 2 persen. Untuk urutan terendah adalah Kabupaten Kolaka Timur dengan total 23,0 persen. Sedangkan yang paling tertinggi yakni Kabupaten Buton Selatan 45,2 persen.
"Kita berada 4 terbawah, bersama Kendari, Koltim, dan Wakatobi untuk kasus stunting," kata Kepala Dinas Kesehatan Konawe Mawar Taligana kepada Rakyat Sultra.
Dalam penurunan atau menuntaskan angka stunting di Konawe, Pemkab Konawe bersama sektor-sektor terkait telah membentuk tim yang diketuai oleh Sekda Konawe, Ferdinand Sapan, sementara untuk sekretariatnya akan ditempatkan di Kantor Dinkes Konawe.
"Rencana dari pemerintah pusat, pada tahun 2025 nanti, kasus stunting di Konawe harus berada di angka 14 persen. Dengan demikian Pemkab Konawe khususnya Dinas Kesehatan memiliki waktu selama tiga tahun untuk mengejar target tersebut," ungkapnya.
Mawar menjelaskan, langkah yang terus dilakukan oleh Dinkes Konawe dalam menurunkan angka stunting di Konawe yakni dengan terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga, terutama di posyandu serta instansi terkait.
"Kita akan membentuk tim baik dari kecamatan maupun desa, sehingga dengan begitu kita bisa lihat perkembangan stunting di Konawe. Jadi sekitar 4 sampai 5 persen target kita per tahun," bebernya.
Mawar mengakui, persoalan stunting dari segi kasat mata susah dibedakan. Kecuali melalui proses penimbangan berat badan. Misalkan berat badan menurut umur, bukan berat badan menurut tinggi badan. Sedangkan, penyebab lainya yaitu kebanyakan dari faktor gizi.
"Kemudian penataan waktu hamil, bisa saja waktu hamil gizi berkurang, sehingga lahir kecil dan adanya gangguan mental dan pada akhirnya susah berkembang. Ada juga karena Faktor lingkungan, contohnya di lambuya yang sering terjadi banjir, dan kasus disana lumayan, karna faktor lingkungan, dan faktor lainnya," katanya.
Dirinya membeberkan, kasus stunting yang ada di Konawe mayoritas penyebabnya adalah perilaku dan gaya hidup yang kurang sehat.
"Contoh, di Kecamatan Soropia, di sana banyak ikan akan tetapi kebanyakan hasil laut yang bagus ikannya di jual dan yg kurang bagus jadi konsumsi keluarga. Dan bisa jadi cara pengolahan bahan makanan yang salah," sebutnya.
Untuk mencegah stunting, Mawar berharap kepada para ibu saat hamil mesti rajin mengontrol perkembangan janinnya. Kemudian setelah lahir, bayi tersebut harus di jaga asupan makanan seperti ASI eksklusif selama enam bulan. Setelah itu baru berikan makanan tambahan sambil dikontrol timbangan badan bayi tersebut.
"Jadi harus rajin ke posyandu, misalnya ini bulan enam kilogram, terus bulan harus dikontrol lagi," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Konawe, Herniatin SKM. M.Kes, menjelaskan, Dari hasil validasi yg terakhir ada 875 anak terkonfirmasi stunting yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Konawe.
"Tindakan yang kami ambil pada kasus stunting kepada anak, itu dari kesehatan sudah melakukan intervensi, mulai dari pembentukan kelas Ibu Hamil, Kelas ibu Balita, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan Balita dan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri. Serta penyuluhan dan edukasi pada ibu hamil dan Balita," pungkasnya. (cr2/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Rabu, 9 Oktober 2024 | 14:59 WIB
Selasa, 17 September 2024 | 20:11 WIB
Minggu, 15 September 2024 | 14:37 WIB
Jumat, 16 Agustus 2024 | 09:41 WIB
Senin, 22 April 2024 | 16:20 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 21:01 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 08:28 WIB
Rabu, 3 April 2024 | 10:40 WIB
Senin, 1 April 2024 | 11:00 WIB
Senin, 1 April 2024 | 10:28 WIB
Senin, 1 April 2024 | 09:29 WIB
Rabu, 20 Maret 2024 | 10:54 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 09:37 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 09:21 WIB
Senin, 18 Maret 2024 | 09:10 WIB
Jumat, 8 Maret 2024 | 08:46 WIB
Kamis, 29 Februari 2024 | 08:36 WIB
Rabu, 28 Februari 2024 | 08:30 WIB
Jumat, 23 Februari 2024 | 13:43 WIB
Kamis, 22 Februari 2024 | 08:04 WIB