Kepala BNN Kota Kendari, Dra. Hj. Murniaty M.,MPH.,Apt dan peserta penguatan kapasitas kepada insan media. Foto: Jufrianto/Rakyat Sultra.
KENDARI - Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kendari mengajak insan media mendukung terwujudnya Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan) di Kota Kendari.
Sinergi ini terwujud lewat Workshop "Penguatan Kapasitas Kepada Media untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan)" yang digelar BNNK Kendari bersama insan media, baik cetak maupun elektronik di Swiss Bell Hotel Kendari, Rabu (27/10/2021).
Narasumber kompeten pun dihadirkan dalam kegiatan Workshop ini, seperti Kepala BNN Kota Kendari, Dra. Hj. Murniaty M.,MPH.,Apt, Pimpinan Redaksi Kendari Pos, Inong hingga Kepala Satuan Narkoba (Kasat) Narkoba Polres Kendari, Iptu Ridwan Koto.
Kepada media, Kepala BNN Kota Kendari, Dra. Hj. Murniaty mengungkapkan bahwa, media merupakan mitra BNN dalam menyebarkan informasi terkait narkoba kepada masyarakat luas, khusunya Kota Kendari.
"Media adalah mitra BNN sebagai perpanjangan tangan BNN, dengan media kita bisa menyebarkan informasi tentang narkoba keseluruh warga masyarakat Kota Kendari," ungkapnya.
Dirinya berharap, melalui Workshop ini insan media bisa mengambil peran didalam mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Kotan).
"Diharapkan kegiatan ini bukan hanya sebagai pertanggungjawaban saja, tetapi ada tindak lanjut dari kegiatan ini, yang mana semuanya bisa kita ambil peran dalam hal mendukung Kotan kebijakan Kota Tanggap Ancaman Narkoba, yang mana siapa berbuat apa ?. Semua bisa melakukan apa saja, baik cetak, elektronik untuk mungkin bisa bikin konten, sosialisasi dan juga seluruh insan pers harus steril (dari narkoba, red). Mungkin dari direkturnya ada deteksi dini, ada sosialisasi, ada juga tes urine untuk insan pers yang ada disitu," terang Hj. Murniaty.
Ia pun menyebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, ada sebanyak 2.190.000 jiwa terpapar narkoba. Mereka berada diangka produktif.
"Jika dihitung berdasarkan data BPS diangka produktif. Didominasi generasi milenial," tambah Hj. Murniaty.
Pihaknya pun telah memetakan, di Kota Kendari ada lima wilayah rawan narkoba. Sebut saja, Kelurahan Kadia, Kelurahan Kampung Salo, Kelurahan Sanua. Ada Kelurahan Kemaraya dan Kelurahan Mandonga.
"Ini sudah kita intervensi, mudah-mudahan dengan ade-ade (insan pers, red) semuanya, kita bersama-sama semoga ini bisa menjadi benar-benar kelurahan bersih narkoba," pungkasnya. (r6/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Rabu, 9 Oktober 2024 | 14:59 WIB
Selasa, 17 September 2024 | 20:11 WIB
Minggu, 15 September 2024 | 14:37 WIB
Jumat, 16 Agustus 2024 | 09:41 WIB
Senin, 22 April 2024 | 16:20 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 21:01 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 08:28 WIB
Rabu, 3 April 2024 | 10:40 WIB
Senin, 1 April 2024 | 11:00 WIB
Senin, 1 April 2024 | 10:28 WIB
Senin, 1 April 2024 | 09:29 WIB
Rabu, 20 Maret 2024 | 10:54 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 09:37 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 09:21 WIB
Senin, 18 Maret 2024 | 09:10 WIB
Jumat, 8 Maret 2024 | 08:46 WIB
Kamis, 29 Februari 2024 | 08:36 WIB
Rabu, 28 Februari 2024 | 08:30 WIB
Jumat, 23 Februari 2024 | 13:43 WIB
Kamis, 22 Februari 2024 | 08:04 WIB