Muhammad Arsal.
BAUBAU- Beredar luasnya informasi atas biaya pemulangan jenazah Almarhum Apriyanto ke Ngawi Jawa Timur menjadi sorotan sejumlah pihak. Namun demikian, hal tersebut dibantah tegas oleh pihak RSUD Kota Baubau yang terbilang cukup menyudutkan.
Kepala Ruangan Jenazah RSUD Kota Baubau, Muhammad Arsal saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon selulernya menuturkan, Apriyanto yang masuk RSUD Kota Baubau tertanggal 13 Juli 2021 silam dipastikan dalam kondisi meninggal dunia.
Namun demikian, atas kesepakatan keluarga, jenazah tersebut ingin dipulangkan ke Ngawi, Jawa Timur menggunakan jasa penerbangan dari Kota Kendari.
"Memang benar mereka transfer di rekening saya karena itu di luar tanggung jawab pihak RSUD Kota Baubau. Biaya itu semuanya telah kami hitung sesuai dengan kondisi di lapangan dan disepakati oleh pihak keluarga almarhum," tuturnya
Kata dia, dalam perjalananya pihaknya sempat meminta keluarga Apriyanto untuk menyiapkan segala fasilitas dan kebutuhan untuk memulangkan jenazah. Baik itu, peti mayat, kain kafan, cairan formalin dan kebutuhan lainnya.
"Kami sempat menawarkan bahwa keluarga jenazah harus memenuhi kebutuhan itu untuk kemudian jenazah dapat dipulangkan. Tapi karena sulit memperoleh semua itu dengan cepat makanya mereka mempercayakan itu kepada saya untuk dibantu difasilitasi," tambahnya.
Dia menambahkan, dari pembelian yang dilakukan pihaknya terdapat peti mayat kualitas terbaik yang terbuat dari kayu keras agar terhindar dari bau yang menyengat nantinya. Dimana biaya itu sebesar Rp 7,5 juta ditambah biaya formalin 2 liter seharga Rp 6 juta.
"Selain itu pula, ada biaya memandikan jenazah dan mengkafani karena kita pakai tenaga dari luar yang kebetulan mereka adalah perangkat mesjid sebanyak 5 orang. Ditambah lagi biaya lainnya yang tentunya menjadi kesepakatan kedua belah pihak," jelasnya
Dia bilang, ada informasi yang beredar luas saat ini bahwa pihaknya menjadikan itu lahan bisnis. Padahal, apa yang dia lakukan adalah untuk membantu keluarga duka. Terlebih, hal tersebut sangat merugikan dirinya dan keluarga.
"Saya hanya ikhlas membantu keluarga jenazah Almarhum Apriyanto. Kalau dijadikan lahan bisnis seperti diberitakan sejumlah media, ini sangat merugikan saya dan keluarga karena hal ini sangat mencoreng nama baik keluarga kami," kesalnya. (m2/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Rabu, 9 Oktober 2024 | 14:59 WIB
Selasa, 17 September 2024 | 20:11 WIB
Minggu, 15 September 2024 | 14:37 WIB
Jumat, 16 Agustus 2024 | 09:41 WIB
Senin, 22 April 2024 | 16:20 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 21:01 WIB
Jumat, 5 April 2024 | 08:28 WIB
Rabu, 3 April 2024 | 10:40 WIB
Senin, 1 April 2024 | 11:00 WIB
Senin, 1 April 2024 | 10:28 WIB
Senin, 1 April 2024 | 09:29 WIB
Rabu, 20 Maret 2024 | 10:54 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 09:37 WIB
Selasa, 19 Maret 2024 | 09:21 WIB
Senin, 18 Maret 2024 | 09:10 WIB
Jumat, 8 Maret 2024 | 08:46 WIB
Kamis, 29 Februari 2024 | 08:36 WIB
Rabu, 28 Februari 2024 | 08:30 WIB
Jumat, 23 Februari 2024 | 13:43 WIB
Kamis, 22 Februari 2024 | 08:04 WIB