Jumat, 28 Agustus 2026

Bupati Konkep Siapkan Insentif untuk Tenaga Kesehatan

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Senin, 20 April 2020 | 07:45 WIB
Saifudin Alibas. Foto: Karim/Rakyat Sultra   LANGARA - Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) tidak main-main menyikapi pandemi Covid 19. Bukti dari keseriusan penanganan penyebaran virus mematikan itu adalah pemberian insentif bagi tenaga kesehatan, baik PNS maupun Non PNS yang ditugaskan untuk mencegah virus Corona di Pulau Wawonii. Bupati Konkep, r H Amrullah MT, melalui Jubir gugus tugas penanganan covid 19 di Konkep, Saifudin Alibas, Minggu (19/4/2020) mengatakan, saat ini pihaknya sementara merampungkan Surat Keputusan (SK) terkait dengan pemberian insentif itu. "Iya, pak bupati tetap akan memberikanĀ  insentif tenaga kesehatan yang ditugaskan untuk menangani pencegahan covid-19. Sekarang tinggal dirampungkan SK-nya. Saya menyarankan kalau bisa menjelang bulan puasa," jelasnya. Saifudin bilang, mekanisme pemberian insentif ini dibagi menjadi tiga klaster. Klaster pertama khusus tenaga kesehatan yang ada di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit, klaster ke dua, diperuntukan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Wawonii Tangah dan Wawonii Selatan. "Klaster satu kita bayarkan penuh selama 30 hari. Yang lainnya itu kita sesuaikan karena tidak mungkin satu kali turun 40 orang pasti sistem shift. Yang paling prioritas adalah dokter karena resiko yang paling besar ada sama mereka," katanya. Pemberian insentif ini sambung Kepala Bappeda Konkep itu, selaras dengan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah pusat yang menerapkan sistem klaster. "Kebijakan pemberian insentif ini selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang memberikan insentif menggunakan sistem klaster," katanya. Meski demikian, atas nama bupati, Saifudin mengajak semua tenaga kesehatan untuk bekerja profesional yang berada dibawah sumpah profesi. Tetap mengedepankan masalah kemanusiaan, masalah sosial, daripada kepentingan pribadi. "Mari kita kedepankan sistem pencegahan, bahwa yakinlah setiap tingkatan penanganan penyakit pasti ada tingkatan pencegahan mengenai penyakit itu. Teman-teman petugas kesehatan agar melakukan proteksi diri walaupun itu merupakan sebuah tugas moral, tugas kemanusiaan sebagai tenaga profesional, selaku individu dan profesi agar bertindak sesuai protap yang jelas," ajaknya. Percayalah kata Saifudin bahwa masyarakat, pemerintah bersama teman-teman petugas kesehatan yang berada di garda terdepan. Pemerintah akan selalu memberikan perhatian dan dukungan baik moril maupun materil. Begitu juga masyarakat, sangat simpati kepada petugas kesehatan yang dengan rela, ikhlas memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan tanpa mempedulikan resiko yang mereka hadapi. Resiko terhadap dirinya maupun keluarganya. "Yang terakhir saya ingin mengatakan kepada seluruh tenaga kesehatan, bahwa sadar tidak sadar penanganan masalah wabah Corona ini berada di pundak teman-teman. Tapi ingat, kita juga harus menjaga diri kita, jangan tertular, anak-anak kita tertular keluarga kita tertular, lingkungan kita tertular hanya karena kita lalai memproteksi diri," tandasnya. (r2/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Menpora Lepas Kontngen Paralimpiade Indonesia

Jumat, 16 Agustus 2024 | 09:41 WIB

5 Sayuran Ini Sahabat Terbaik Penderita Diabetes

Jumat, 5 April 2024 | 08:28 WIB

7 Manfaat Buah Naga Yang Belum Diketahui!

Senin, 1 April 2024 | 10:28 WIB

Tips Berbuka Puasa Agar Lambung Tak Gampang Sakit

Senin, 18 Maret 2024 | 09:10 WIB

5 Makanan Ini Terbukti Ampuh Kurangi Stres

Rabu, 28 Februari 2024 | 08:30 WIB

Terpopuler

X