Nadira SH saat melakukan reses di Dapil III
ANDOOLO - Masyarakat di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang memiliki anak usia sekolah mengeluhkan proses pembelajaran daring.
Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah orang tua murid kepada anggota DPRD Konsel yang melaksanakan reses khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) III pekan lalu.
Anggota DPRD Kabupaten Konsel, Nadira SH menuturkan kondisi wilayah yang terpencil, tidak adanya jaringan dan kurangya literasi internet para orang tua untuk mengoperasikan telepon cerdas masih menjadi kendala utama dengan metode pembelajaran daring.
Dia mengatakan sebagian besar masyarakat yang ditemuinya saat reses mengaku tak mampu membeli telepon berbasis android untuk mendukung anak didik menempuh pendidikan dengan metode daring.
“Kami mendapatkan keluhan masyarakat terkait pembelajaran daring. Ini disebabkan masyarakat yang tidak mampu membeli handphone android dan ada juga sudah mampu membeli handphone tetapi tidak mampu menggunakannya,” terang Nadira.
Lanjutnya, juga ditemukan orang tua murid yang tidak dapat membaca sehingga tidak bisa mengajarkan anaknya baca tulis.
"Kondisi ini perlu disikapi secara bersama oleh pemerintah," katanya.
Terlebih lagi tambah dia, masih terdapat beberapa wilayah di Konsel dengan jangkauan internet yang masih terkendala. Seperti halnya dibeberapa pelosok desa.
Persoalan jaringan internet di Konsel memang masih menjadi persoalan masyarakat disebagian besar dwilayah itu. Daerah yang terdiri dari 336 desa tak miliki sebaran jaringan yang merata sebab sebagian besar kondisi dataran daerahnya berbukit.
Ketua DPD PAN Konsel ini berjanji, DPRD setempat akan mengupayakan hal ini ke pemerintah pusat untuk mencari solusinya.
“Karena ini kebijakan nasional kami akan konsultasi ke kementrian terkait masalah persoalan belajar daring ini agar bisa di beri kebijakan. Seperti, khusus anak murid kelas satu bisa belajar tatap muka. Termasuk, kami meminta kepada pemerintah pusat melalui Kominfo untuk di siapkan BTS (Base Transceiver Station) atau tower jaringan yang areanya masih belum memadai,” paparnya. (ram/aji)