Aksan Jaya Putra
KENDARI – Wakil Ketua Komisi III DPRD Sultra Aksan Jaya Putra meminta supaya penanganan proyek nasional seperti jalan nasional dan jembatan yang dikerjakan oleh pemerintah pusat harus mendapat perhatian serius. Pasalnya, beberapa proyek nasional itu belum menunjukkan progres yang menggembirakan.
Politikus Partai Golkar ini mengungkapkan ada tiga proyek yang dikerjakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari seperti jembatan Ameroro, jembatan Lasolo dan jalan Pohara.
Untuk jembatan Ameroro dan jembatan Lasolo, katanya, merupakan proyek dengan kontrak multiyears. Adapun jalan Pohara merupakan proyek singelyears dan kontraknya sudah berakhir hingga Desember 2019 lalu.
Pengerjaan jalan Pohara ini sempat diperpanjang hingga Maret 2020. Sayangnya, pembangunannya tak kunjung tuntas.
Aksan mengaku sempat mengusulkan kepada Kepala BPJN XXI Kendari agar sisa dana proyek jalan Pohara itu bisa diswakelola agar pengerjaannya bisa dipercepat.
“Namun dari pihak balai menyampaikan kalau (sisa) dananya sudah diambil pusat. Jadi sudah tidak ada tindakan yang dilakukan kecuali menunggu lelang ulang pada tahun depan,” akunya.
Menurutnya belum rampungnya proyek nasional seperti jembatan Ameroro yang menghubungkan Konawe dan Kolaka serta jalan Pohara yang menghubungkan Kendari dan Konawe akan membuat jalan provinsi mengalami kerusakan parah. Pasalnya, kendaraan dengan muatan berat tidak bisa lagi melalui jembatan Ameroro karena kondisinya yang mengalami kemiringan.
“Akhirnya, masyarakat melewati jalan provinsi yang tembus ke Konawe Selatan dan Kendari. Imbasnya kondisi jalan provinsi kita sudah rusak berat walaupun tahun ini ada pengerjaan jalan di beberapa ruas,” ungkapnya.
Dia menyadari jembatan Ameroro dan jembatan Lasolo merupakan proyek dengan kontrak tahun jamak. Sehingga ia tidak tahu kapan proyek itu bisa dirampungkan.
“Yang jadi masalah sekarang kan jalan Pohara. Proyek itu kan sudah putus kontrak hingga Desember 2019 dan sampai sekarang tidak selesai. Karena itu, kami berharap proyek proyek nasional yang masih berjalan agar dikerja dengan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (rir/aji)