Senawan Silondae
ANDOOLO - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Konawe Selatan hingga kini tak kunjung disahkan. Padahal dokumen telah lengkap diajukan Pemda ke DPRD.
Bila pembahasan tersebut tidak rampung tahun ini maka akan berdampak pada proses ulang permohonan Persetujuan Substansi ke KATR/ BPN sehingga berdampak mundurnya investasi yang akan masuk ke Konawe Selatan.
Wakil Ketua DPRD Konawe Selatan yang juga bakal calon wakil Bupati Konsel , Senawan Silondae mengatakan, sejak awal tahun 2020, dia telah menyampaikan kepada koleganya di DPRD Konsel terkait Raperda RTRW Konsel jangan dikaitkan dengan pilkada. Pasalnya revisi Raperda RTRW Konsel sudah ada sejak 2017 lalu dan Raperda tersebut telah melewati sejumlah prosedur
"Saya terus terang sudah sampaikan dari bulan februari 2019 kemarin bahwa saya kemungkinan akan maju menjadi calon wakil bupati dan akan berhadapan dengan bupati di pilkada nanti. Tapi itu bukan hambatan untuk membahas RTRW, karena meskipun pandangan politik kita berbeda, tetapi untuk kemajuan daerah kita harus utamakan, dan itu sudah saya instruksikan ke anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Konsel," kata Senawan
Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kabupaten Konawe Selatan itu mengatakan, sebelum dirinya memantapkan diri maju sebagai salah satu bakal calon wakil bupati mendampingi Rusmin Abd Gani. Dirinya telah menyampaikan kepada Anggota DPRD Konsel,
"Meskipun saya sudah berseberangan politik dengan pak Surunuddin Dangga, saya berharap jangan sampai menjadi penghambat revisi RTRW ini , karena itu demi kemajuan daerah," tegasnya
Dia menambahkan, saat revisi RTRW mulai dibahas di tahun 2017, fraksi PDI Perjuangan termasuk salah satu yang menolak usulan revisi RTRW ini. Tetapi selama proses pembahasan dan pihaknya melihat ada peluang investasi yang cukup besar di Konsel sehingga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat Sultra, khususnya di Konsel.
"Kami malah mendukung biar revisi RTRW ini bisa segera diperdakan, mengingat selain investasi ada juga penurunan kawasan hutan, terutama di kawasan Taman Nasional Rawa Aopa, kasihan sebagian masyarakat di sana statusnya mereka masih tinggal di kawasan konservasi. Dalam revisi RTRW ini sudah diakomodasi disitu," pungkasnya. (p2/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Rabu, 1 November 2023 | 09:43 WIB
Minggu, 8 Oktober 2023 | 11:24 WIB
Kamis, 1 September 2022 | 12:36 WIB
Kamis, 7 April 2022 | 13:55 WIB
Rabu, 16 Maret 2022 | 21:55 WIB
Kamis, 10 Maret 2022 | 10:55 WIB
Selasa, 8 Maret 2022 | 09:22 WIB
Selasa, 22 Februari 2022 | 10:19 WIB
Senin, 14 Februari 2022 | 07:00 WIB
Kamis, 27 Januari 2022 | 09:25 WIB
Rabu, 22 Desember 2021 | 10:17 WIB
Rabu, 15 Desember 2021 | 06:27 WIB
Kamis, 25 November 2021 | 19:51 WIB
Rabu, 24 November 2021 | 05:57 WIB
Selasa, 23 November 2021 | 09:25 WIB
Rabu, 17 November 2021 | 07:25 WIB
Selasa, 16 November 2021 | 11:33 WIB
Selasa, 9 November 2021 | 07:27 WIB
Selasa, 9 November 2021 | 07:20 WIB
Jumat, 22 Oktober 2021 | 08:25 WIB