Selain itu, Haris juga mengungkap beberapa hal strategis di balik hibah tersebut. Pertama, untuk pemenuhan kebutuhan kapal induk TNI AL. Kedua, kebutuhan modernisasi untuk memperkuat pertahanan maritim dan operasi kemanusiaan. Ketiga, untuk menjaga kedaulatan dan melindungi wilayah yurisdiksi nasional Indonesia dan melaksanakan misi tanggap darurat kemanusiaan.
”Dari sisi penerimaan kita juga menyiapkan fasilitas pelabuhan yang saat ini disiapkan di Teluk Ratai, Lampung. Proses saat ini telah mencapai 76 persen. Kemudian rencana kedatangan kapal pada tanggal 20 September 2026,” terang dia.
Berkaitan dengan spesifikasi teknis, perwira tinggi bintang dua TNI AU itu mengungkapkan bahwa kapal induk tersebut memiliki panjang lebih kurang 180 meter, lebar 33 meter, draft 8,2 meter, displacement kurang lebih 13,8 ton, kecepatan maksimum 30 knot, dan kecepatan jelajah 20 knot. Kapal itu juga dilengkapi dengan 4 propulsion system gas turbine LM2500.
”Aviation capability, bisa dipakai untuk helikopter maupun pesawat yang mempunyai kemampuan short take-off maupun vertical landing, crew capacity 550 personel. Kemudian memiliki high endurance for extended operation, dimana kapal ini juga mempunyai peran multi-peran sebagai kapal kudar (kapal induk), kemudian sebagai power projection untuk berbagai misi-misi perang,” bebernya.