RAKYAT SULTRA.id-Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut percepatan pembangunan IKN, ibu kota baru Indonesia di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, tetap menjaga estetika dan kualitas.
"Percepatan pembangunan tetap menjaga estetika dan kualitas hasil pembangunan," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Kamis (16/7), ketika ditanya menyangkut pembangunan ibu kota baru Indonesia di Sepaku, Penajam Paser Utara.
"Juga tetap mengedepankan keselamatan kerja, sehingga percepatan pembangunan tetap aman dan nyaman," tambahnya.
Kemudian juga memperkuat koordinasi, jelas dia, serta penyelarasan pelaksanaan pembangunan yang dibiayai melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN), investasi swasta, maupun skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Melalui APBN yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik, dengan rincian sembilan paket telah selesai pada 2025, 15 paket dalam tahap konstruksi dan 16 paket dalam tahap persiapan lelang.
Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pekerjaan fisik, dengan capaian 78 paket telah selesai dan 12 paket proses konstruksi, serta proyek strategis yang tengah berjalan, antara lain pembangunan jalan tol IKN, duplikasi Jembatan Pulau Balang bentang pendek, dan sejumlah jalan pendukung lainnya.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan, di antaranya 11 paket telah selesai dan satu paket tahap konstruksi, yaitu pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi guna mendukung penataan kawasan pembangunan IKN.
Skema investasi swasta hingga saat ini 67 pelaku usaha telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS), kata dia, dari jumlah itu sembilan proyek telah selesai dibangun, dan enam proyek memasuki tahap konstruksi.
Enam proyek tersebut Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, Kawasan Campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.
Melalui skema KPBU, terdapat 13 proyek prakarsa, yang terdiri tujuh sektor hunian, enam sektor jalan, serta pembangunan 108 unit rumah tapak diprakarsai PT Intiland Development Tbk dan delapan menara rumah susun diprakarsai PT Nindya Karya, demikian Basuki Hadimuljono.