sultra-raya

KPK Persilakan Menteri PU Dody Hanggodo Klarifikasi Dugaan Keterlibatan Keluarga dalam Perjalanan Dinas ke AS

Selasa, 21 Juli 2026 | 08:19 WIB

RAKYAT SULTRA.id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka ruang bagi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo untuk memberikan penjelasan terkait polemik rencana perjalanan dinas ke New York, Amerika Serikat (AS). Klarifikasi tersebut dinilai penting agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat menjadi terang dan tidak menimbulkan berbagai spekulasi.

Pasalnya, sorotan publik muncul setelah beredar dokumen perjalanan yang diduga mencantumkan nama istri dan anak Dody sebagai bagian dari rombongan dalam kunjungan dinas tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pihaknya mempersilakan Dody menyampaikan penjelasan secara terbuka mengenai fakta yang sebenarnya.

“Ya, silakan untuk klarifikasi bisa disampaikan juga secara terbuka, menyampaikan fakta yang sebenarnya seperti apa, sehingga masyarakat juga tidak simpang siur terhadap informasi yang kemudian beredar di ruang-ruang publik,” kata Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (20/7).

Budi menjelaskan, potensi konflik kepentingan seperti dugaan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi maupun keluarga merupakan persoalan yang dapat terjadi, baik di lingkungan pemerintah pusat maupun daerah. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran satuan pengawas internal untuk melakukan pengawasan secara aktif.

Menurutnya, setiap fasilitas dinas harus digunakan sesuai dengan tujuan dan kepentingan negara, bukan untuk kepentingan pribadi. Hal ini penting agar tidak terjadi konflik kepentingan.

“Artinya itu sudah tidak sesuai dengan peruntukan dari fasilitas-fasilitas dinas yang seharusnya digunakan untuk kepentingan negara,” tegas Budi.

Ia menambahkan, apabila fasilitas dinas dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau keluarga, maka kondisi tersebut dapat mengarah pada dugaan penyimpangan.

“Sehingga kalau itu digunakan untuk kepentingan pribadi ataupun kepentingan keluarga, artinya ini ada dugaan penyimpangan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadi perhatian publik dalam beberapa pekan terakhir. Sorotan tersebut berawal dari beredarnya dokumen rencana perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo ke Amerika Serikat, yang kemudian berkembang dengan munculnya isu mutasi besar-besaran aparatur sipil negara (ASN) diduga berkaitan dengan kebocoran dokumen tersebut.

Perbincangan di media sosial mencuat setelah dokumen bertanggal 29 Juni 2026 itu tersebar luas. Berdasarkan dokumen tersebut, Dody dijadwalkan menghadiri High Level Meeting of the United Nations General Assembly on the Midterm Review of the New Urban Agenda yang berlangsung di New York pada 13–19 Juli 2026.

Dokumen yang beredar juga memuat nama istri dan anak Dody sebagai bagian dari administrasi perjalanan. Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PU Apri Artoto membenarkan bahwa surat yang tersebar merupakan dokumen administrasi resmi.

Meski demikian, Dody Hanggodo akhirnya memutuskan membatalkan seluruh agenda kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat di tengah ramainya perhatian publik terhadap dokumen tersebut.

Tags

Terkini