KENDARI, RSONLINE - Danrem 143/Halu Oleo Kolonel Inf Imanuel Ginting, menuturkan, anak dari anggota TNI-AD, khususnya dari alumni lulusan Yayasan Kartika Jaya jajaran Korem 143/HO akan dibimbing gratis untuk masuk penerimaan seleksi TNI.
Penegasan Danrem sudah diinstrusikan kepada stafnya, khususnya membidangi pendidikan, bahwa siswa yang berkeinginan masuk TNI-AD kedepan agar mereka benar diberikan bimbingan khusus pembelajaran. Lalu informasi lebih awal, bagaimana cara bisa diterima di TNI dan pembelajaran dimaksud murni berasal dari pendidikan yayasan.
"Terkait ada isu bahwa anak militer ada jaminan menjadi TNI-AD itu tidak benar, bahwa sekolah umum dan instansi militer itu sama dalam seleksi penerimaan peserta TNI. Hanya saja bedanya orang yang sekolah di Yayasan Kartika Jaya Jajaran Korem, mereka mengetahui informasi lebih awal dibanding sekolah lain," ungkap Imanuel Ginting ditemui usai Rapat Evaluasi Kerja Yayasan Kartika Jaya, beberapa waktu lalu.
Lanjut dia, siswa Kartika Jaya harus lebih menunjukan prestasi yang lebih baik dalam bidang akademik maupun keterampilan lainya. Harus menunjukkan bahwa dari mereka adalah orang pilihan dimana didikannya di bawah naungan Korem.
Olehnya itu, penting dilakukan evaluasi kinerja setiap tahun kepada pengelola, baik pegembangan pembelajaran maupun pengembangan organisasi internal yayasan. Selain itu, evaluasi kinerja guru dan kepala sekolah perlu dilaksankan, sudah sejauh mana mereka mengembangkan yayasan tersebut sesuai harapan yang diinginkan.
Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) ini, evaluasi kerja dilakukan untuk lebih meningkatkan prestasi organsiasi kedepan, sekaligus mengadakan evaluasi tentang kegiatan kedepanya. Jika masih ada kekurangan atapun hambatan segera dilakukan perbaikan, agar yayasan ini menjadi contoh dan suri teladan pada instasi lainya. Perlu diketahu bahwa Katika Jaya ini membawahi tingkat Penddikan Anak Usia Dini (PAUD) SMP dan SMA.
Danrem menjelaskan, untuk sekolah SD yayasan kartika telah memiliki 21 tenaga pendidik dengan murid 341 orang, SMP memiliki murid sebanyak 720 orang dengan tenaga pengajar 30 orang guru. Demikian juga dengan SLTA, SMA Kartika sudah memiliki tenaga pengajar 53 orang guru. Ia juga menegaskan tenaga pendidik di SMP dan SMP rata-rata gurunya memiliki sertifikasi sebagai pengajar dan merupakan tenaga pengajar dengan kualifikasi S1dan S2.
Dia yakin sekolah yang ada di bawah Yayasan Kartika dapat menjadi salah satu sekolah unggulan di Kendari yang kelak mampu menghasilkan anak-anak didik yang berprestasi. (cr3/c/alp)