*Pemprov Sultra Gelar Pasar Murah
KENDARI - Pasar murah yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra merupakan salah satu upaya untuk menekan harga jelang lebaran Idulfitri 1437 Hijriah. Selain itu, pasar murah digelar untuk membantu masyarakat kalangan bawah dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga murah dibandingkan dengan harga pasar.
Gubernur Sultra Nur Alam mengaku, sudah menjadi kebiasan terjadi kenaikan harga jelang Ramadan dan hari raya. Olehnya itu, pelaksanaan pasar murah merupakan salah satu upaya memfasilitasi masyarakat umum dan khususnya membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hak yang sama dalam memenuhi kebutuhannya pokok jelang Idulfitri.
“Momentum ini cukup baik kita laksanakan sebagai upaya memenuhi kebutuhan masyarakat kita. Yang mana, saat ini lonjakan harga sudah mulai dirasakan masyarakat kita. Meskipun masih terkendali," ungkap Nur Alam dalam sambutannya sebelum membuka pasar murah di pelataran Eks MTQ, Kamis (22/6).
Selain itu, Nur Alam mengajak semua lembaga pemerintah baik perbankan maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada didaerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun instansi pemerintah daerah agar menggelar pasar murah di daerah. Seperti apa yang telah dilakukan Pemprov Sultra bersama lembaga mitra pemerintah dan para pengusaha.
Menurut Nur Alam, meskipun penyelenggaraan pasar murah dengan stok barang kebutuhan terbatas, namun itu menjadi sangat baik dilaksanakan dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan jelang puasa dan lebaran.
“Jadi penyelenggaraan pasar murah ini bisa ditindaklanjuti oleh lembaga pemerintahan yang lainnya. Seperti bank dengan perkumpulan Bank, perkumpulan BUMN dan BUMD, maupun instansi pemerintah lainnya untuk juga menyelenggarakan hal yang sama," ajak Nur Alam.
"Saya imabau para dermawan agar memberikan kelebihannya untuk menyelenggarakan pasar murah. Karena ini sangat penting untuk membantu masyarakat," tambahnya.
Nur Alam mengapresiasi penyelenggara pasar murah yang dikoordinatori Disperindag Sultra. Apalagi banyak BUMN dan BUMD serta pengusaha yang terlibat dalam penyelenggaraan pasar murah.
Senada dengan itu, Kepala Disperindag Sultra Siti Saleha mengatakan, pasar murah digelar untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan jelang hari raya. Apalagi, beberapa bahan pokok di pasar mulai merangkak naik.
“Kita berharap dengan ini (pasar murah) masyarakat cukup terbantu," kata Saleha.
Dia melaporkan, penyelenggaraan pasar murah jelang lebaran ini dilaksanakan pada 23-27 Juni. Yang mana penyelenggaraannya menggandeng distributor, BUMN dan BUMD, instansi pemerintah daerah serta para pelaku IKM dan UKM di Sultra.
Untuk voucher belanja disiapkan sebanyak 3.700 lembar dengan nominal Rp 50.000 per voucher, atau total nominal sekitar Rp 200 juta.