sultra-raya

KBST Sultra Ajari Mahasiswa Cara Penulisan Puisi

Rabu, 8 November 2023 | 09:10 WIB
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara Dr Uniawati bersama narasumber dan peserta Bengkel Sastra.

KENDARI, rakyatsultra.id - Dalam upaya meningkatkan kualitas sastra para kalangan pendidik, Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST) melaksanakan kegiatan Bengkel Sastra telait Penulisan dan Pembacaan Puisi Tahun 2023 pada 4-5 November 2023 yang diikuti oleh 40 mahasiswa se-Kota Kendari.

Pada kegiatan tersebut pihak KBST menghadirkan dua narasumber Evan Ys (Komunitas Bumikalamtara) dan Aulia Indah Hapsari (pelaku seni) untuk mengajarkan para mahasiswa tentang cara menulis dan membaca puisi.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara Dr Uniawati mengatakan, kegiatan Bengkel Sastra tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan apresiasi sastra, khususnya kemampuan untuk menulis dan membaca puisi dikalangan mahasiswa. Pada dasarnya, Puisi merupakan sarana meratapi pikiran. Misalnya, dengan melihat sekeliling dan memberikan ilustrasi pergi ke toko jam, munculkan pertanyaan dalam hati toko ini menjual apa? Apakah menjual waktu atau jamnya? Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi inspirasi menulis puisi.

Lanjutnya, dalam pelatihan ini, para peserta berlatih untuk menulis puisi dengan mengksplorasi bahasa. Bahasa merupakan salah satu ‘teknologi’ puisi yang harus dimanfaatkan dengan baik. Salah satu fungsi bahasa dalam puisi adalah menciptakan efek tertentu bagi pembaca. Melalui bahasa dan benda, puisi dapat tercipta. Bahasa dalam puisi memiliki ciri khas, yaitu pendek namun mampu meninggalkan kesan yang mendalam. Dengan kata lain, bahasa dalam puisi mampu membangkitkan pengalaman tertentu, ada kesan yang tertinggal dalam puisi tersebut.

"Saya berpesan kepada para peserta agar terus menggali ilmu, khususnya penulisan dan pembacaan puisi dengan sebanyak mungkin setelah kegiatan ini. Saya juga berharap agar setelah mengikuti kegiatan ini, peserta dapat memanfaatkan pengetahuan yang telah diperoleh ke dalam puisi yang akan diciptakan," tuturnya.

Sementara itu, salah satu narasumber Aulia Indah Hapsari menyampaikan bahwa ide untuk penulisan puisi datang dari kegelisahan. Hal ini melibatkan emosi dari dalam diri. Pengalaman dan riset dapat menambah pemahaman untuk ide penulisan. Selanjutnya, peserta diminta untuk membuat puisi dari hal-hal yang dekat dengan diri mereka. Puisi-puisi itu kemudian dibacakan di depan seluruh peserta. Puisi, penampilan, dan pembacaan dinilai oleh peserta lain.

"pembacaan puisi sangat dipengaruhi oleh interpretasi pembaca terhadap puisi. Tidak semua puisi harus dibacakan secara berapai-api atau lantang. Puisi boleh saja dibacakan dengan halus, bahkan berbisik. Peserta juga diminta untuk melakukan parade puisi dalam sesi praktik," ujarnya. RL/RS

Tags

Terkini