RAKYAT SULTRA.id-Suhu udara yang terasa semakin panas di sejumlah daerah selama musim kemarau mendorong masyarakat mencari cara untuk menjaga kenyamanan di rumah. Salah satu yang terlihat adalah meningkatnya permintaan layanan servis dan perawatan Air Conditioner (AC).
Kondisi tersebut sejalan dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada periode Juli hingga September.
Data dari penyedia layanan rumah tangga berbasis aplikasi bTaskee Indonesia menunjukkan pemesanan jasa perawatan AC meningkat 68 persen pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.
Business Operations Manager bTaskee Indonesia Nanda Bhaswara mengatakan banyak pengguna baru memanggil teknisi ketika AC mulai mengalami penurunan performa. Menurutnya, penggunaan AC yang lebih intensif saat musim kemarau dapat meningkatkan beban kerja perangkat tersebut.
"Berdasarkan pengalaman kami, banyak pelanggan baru memanggil teknisi ketika AC sudah tidak berfungsi optimal. Padahal di musim kemarau ekstrem, beban kerja kompresor AC meningkat drastis. Idealnya, AC Cleaning dilakukan rutin setiap 3 hingga 4 bulan sekali," ujar Nanda di Jakarta, Rabu (22/7).
Selain itu, apabila AC tetap tidak dingin setelah dibersihkan, pengguna disarankan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Nanda, kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
"Penurunan performa bisa dipicu oleh kebocoran freon, kerusakan komponen, usia unit, hingga kesalahan pada instalasi awal," katanya.
Nanda menjelaskan, layanan yang paling banyak dicari pelanggan selama musim kemarau adalah pembersihan dan perbaikan AC. Peningkatan permintaan tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat untuk menjaga kinerja pendingin ruangan di tengah suhu udara yang cenderung lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.