Jumat, 28 Agustus 2026

Enam Kali Letusan Beruntun Anak Krakatau, Kolom Abu Hitam Pekat Mengarah ke Barat laut dan Utara

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Rabu, 8 Juli 2026 | 13:50 WIB

 Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, kembali terjadi. Sepanjang paruh pertama hari ini Rabu (8/7), gunung api aktif ini tercatat telah mengalami setidaknya enam kali erupsi beruntun sejak dini hari hingga menjelang siang, memicu kolom abu tebal yang kini bergerak dominan ke arah barat laut dan utara.

Rangkaian letusan ini dikonfirmasi langsung melalui laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, KESDM. Rentetan aktivitas ini dimulai pada pukul 00.11 WIB melalui letusan pertama yang visualnya sempat tidak teramati akibat gelap, namun getarannya terekam kuat di seismograf.

Kronologi Rentetan Erupsi Beruntun pagi Ini

Memasuki pagi hari, intensitas letusan Gunung Anak Krakatau terpantau semakin dinamis dengan rincian visual sebagai berikut:
 

- Pukul 05.50 WIB: Tinggi kolom abu teramati mencapai ± 250 meter di atas puncak, berwarna kelabu, cokelat, hingga hitam pekat dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut.

- Pukul 07.11 WIB: Letusan kembali menyemburkan abu kelabu hingga hitam setinggi ± 250 meter dengan amplitudo maksimum melonjak ke angka 44,4 mm.

- Pukul 08.42 & 09.35 WIB: Dua letusan susulan melontarkan abu hitam dan kelabu setinggi masing-masing 100 meter dan 200 meter di atas puncak.

-Pukul 09.54 WIB: Erupsi keenam kembali terjadi dengan tinggi kolom letusan ± 100 meter dan intensitas tebal yang condong ke arah barat laut.

Berdasarkan data pos pengamatan yang disusun oleh petugas PVMBG, getaran gempa letusan hari ini mencatatkan amplitudo maksimum yang bervariasi dari 24 mm hingga puncaknya menyentuh 49 mm pada manifestasi erupsi pukul 09.35 WIB.

Status Siaga Level III: Radius Aman 3 Kilometer

Mengantisipasi eskalasi aktivitas vulkanik ini, PVMBG menegaskan bahwa status Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Status Level III (Siaga). Karakteristik letusan yang mengeluarkan abu tebal berpotensi mengganggu aktivitas di sekitar kawasan dalam radius dekat.

Pihak otoritas secara resmi mengeluarkan rekomendasi ketat bagi keselamatan publik di wilayah Selat Sunda dan sekitarnya.

"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," tulis PVMBG dalam keterangan resminya melalui laman Magma ESDM, Rabu (8/7).

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab, dan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik melalui saluran komunikasi serta media sosial resmi PVMBG.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

X